Toba, POL | Proyek Optimalisasi Lahan (Oplah) Dinas Pertanian Kabupaten Toba tahun 2025 yang menelan anggaran 1 milyar rupiah lebih tidak selesai dikerjakan.
Proyek optimalisasi lahan tahun 2025 adalah, program nasional Kementerian Pertanian RI yang fokus pada peningkatan produktivitas Pertanian dengan rehabilitasi irigasi, pengelolaan lahan tidak produktif dan perluasan lahan tanam.
Tujuan Oplah meningkatkan produktifitas, mengoptimalkan lahan pertanian yang kurang produktif untuk meningkatkan hasil panen.
Memperkuat ketahanan pangan, mendukung target swasembada Pangan nasional.
Moderenisasi pertanian, mendorong transformasi pertanian menuju sistim yang lebih modern dan teknologi.
Dalam pelaksanaan proyek oplah tahun 2025 di Kabupaten Toba, terlihat lamban, pejabat kadistan seakan tidak mampu menyelesaikan proyek tersebut tepat waktu.
Dari pantauan media ini di lapangan, pada Kamis (8/1/2026), dari 3 kegiatan yang ada di Kabupaten Toba tidak ada yang selesai.
Proyek Oplah tahun 2025 yang pelaksanaannya secara swakelola tersebar pada 3 Kecamatan, di Kecamatan Uluan, Porsea dan Parmaksian.
Di kecamatan Uluan, pembangunan saluran 600 m dan pembangunan 1 unit rumah pompa belum selesai dikerjakan.
Di Kecamatan Porsea, pembangunan saluran 319 m , pembangunan 2 unit rumah pompa juga belum selesai dikerjakan, bahkan pengeboran satu unit pompa belum dilaksanakan dengan anggaran 460 juta rupiah.
Begitu juga di kecamatan Parmaksian, pembangunan saluran 171,8 m serta pembangunan 2 unit rumah pompa belum selesai dikerjakan dengan anggaran 276 juta rupiah.
Bangun Situmorang, selaku Sekretaris Kelompok Tani Maju Bersama Desa Simp. Sigura-gura Kecamatan Porsea, kepada media ini mengatakan, pelaksanaan kegiatan ini seharusnya berahir tanggal 22 Desember 2025, namun pompa dan Genset untuk proyek ini juga belum dibeli. “Tidak ada spesifikasi barangnya di Kab. Toba, jadi harus dipesan keluar,” sebut Situmorang.
Di lapangan tidak ditemukan papan informasi terkait proyek tersebut, menurut tukang di Uluan, awalnya papan proyek dipasang, namun belakangan papan proyek tersebut diambil OTK sebutnya.
Terkait proyek Oplah yang terkesan lamban, media ini mencoba menghubungi 3 pejabat Distan Toba yang menangani proyek ini tidak berhasil, tidak satupun dari 3 pejabat tersebut memberi tanggapan, demikian juga pihak konsultan proyek ini tidak berkenan memberikan tanggapan.
Beredar informasi, Kabid Sarpras Distan Toba yang seharusnya paling berperan untuk kegiatan ini tidak dilibatkan, informasi tersebut didapat media ini dari lingkungan kantor Distan Toba yang enggan ditulis namanya.
Dalam pelaksanaan proyek Oplah tahun 2025 beredar kabar potong atas 10 %, namun kabar tersebut masih perlu klarifikasi kepada pejabat Distan Toba, namun sangat disayangkan 3 pejabat yang terlibat dalam penanganan proyek tersebut masih memilih bungkam. (Sogar)







