Bandung, POL | PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi digital pendidikan di Indonesia. Melalui solusi digital pendidikan PIJAR, Telkom berhasil mengawal pelaksanaan Penilaian Akhir Semester (PAS) Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026 secara serentak dan terintegrasi di berbagai wilayah Indonesia.
Pelaksanaan PAS yang berlangsung pada periode November–Desember 2025 ini melibatkan lebih dari 680 sekolah dengan total lebih dari 466 ribu siswa. Selama periode tersebut, PIJAR mendukung lebih dari 85.400 jadwal ujian yang terlaksana dengan baik di 31 provinsi di seluruh Indonesia, dengan rata-rata 2.760 jadwal ujian yang dilaksanakan setiap harinya.
Capaian ini menegaskan peran Telkom dalam menghadirkan solusi digital yang andal, aman, dan skalabel untuk mendukung proses evaluasi pembelajaran di sekolah, baik di wilayah kota maupun daerah.
Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi, menyampaikan bahwa pengawalan ujian berbasis teknologi digital merupakan langkah strategis dalam mendukung proses evaluasi pembelajaran. “Pengawalan ujian berbasis teknologi digital menjadi langkah strategis dalam mendukung kelancaran proses evaluasi pembelajaran. Telkom melalui PIJAR hadir untuk membantu sekolah menyelenggarakan ujian secara lebih aman, tertib, dan efisien,” ujarnya.
Melalui pemanfaatan sistem Computer Based Test (CBT) pada platform PIJAR, sekolah dapat menyelenggarakan ujian secara lebih terstruktur dan efisien. Seluruh proses, mulai dari penjadwalan, distribusi soal, hingga pengelolaan hasil ujian, terintegrasi dalam satu platform. Pendekatan ini membantu sekolah meminimalkan potensi kendala teknis, meningkatkan ketertiban pelaksanaan ujian, serta mendorong transparansi dalam proses penilaian.
Stabilitas sistem dan kesiapan infrastruktur digital yang didukung oleh Telkom menjadi faktor penting dalam memastikan kelancaran pelaksanaan PAS Ganjil 2025/2026.
Selain efisiensi, aspek keamanan juga menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan ujian digital. PIJAR dilengkapi dengan fitur pengamanan sistem yang dirancang untuk menjaga integritas pelaksanaan ujian serta meminimalkan potensi kecurangan, sehingga sekolah dapat menyelenggarakan penilaian yang tidak hanya praktis, tetapi juga kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.
Keberhasilan pengawalan PAS Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026 ini menjadi bukti nyata kontribusi Telkom dalam mendorong digitalisasi pendidikan nasional. Ke depan, Telkom akan terus mengembangkan solusi digital yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran, sejalan dengan upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi dengan sekolah serta para pemangku kepentingan di sektor pendidikan, Telkom melalui PIJAR siap terus menjadi mitra strategis dalam mendukung proses pembelajaran dan penilaian yang lebih efektif di era digital.
Sementara itu, terkait musibah banjir baru-baru ini di 3 Provinsi yakni Aceh, Sumur dan Sumbar PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama seluruh operating company TelkomGroup telah menuntaskan pemulihan jaringan dan layanan telekomunikasi di wilayah Sumatra yang terdampak bencana.
Memasuki minggu pertama Januari 2026, seluruh layanan TelkomGroup di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah kembali beroperasi stabil dengan tingkat availability 99,9%. Capaian ini menandai selesainya fase pemulihan infrastruktur sekaligus dimulainya fase penguatan layanan dan dukungan sosial pascabencana secara berkelanjutan.
Di Aceh sebagai wilayah dengan tingkat dampak tertinggi dan menjadi prioritas pemulihan, TelkomGroup memastikan seluruh 289 kecamatan yang dilayani Telkomsel telah kembali on air, dengan minimal satu site beroperasi di setiap kecamatan.
Sepanjang proses pemulihan, layanan telekomunikasi TelkomGroup didukung oleh pengerahan infrastruktur secara terintegrasi, termasuk pemanfaatan akses internet berbasis satelit dari Telkomsat, penyediaan genset standby dan mobile untuk menjaga keberlangsungan pasokan listrik, sistem daya cadangan, serta optimalisasi jaringan transmisi dan akses di wilayah dengan tantangan geografis tinggi.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan bahwa keberhasilan pemulihan ini merupakan hasil kerja kolaboratif dan komitmen kuat TelkomGroup dalam menghadirkan konektivitas sebagai layanan vital bagi masyarakat.
“Pemulihan jaringan telekomunikasi hingga kembali normal 100% menjadi prioritas utama kami sejak hari pertama bencana. Berkat kerja cepat dan kolaborasi lebih dari 2.500 tim recovery tanggap bencana TelkomGroup, seluruh wilayah terdampak kembali terhubung sehingga aktivitas masyarakat dan layanan publik dapat berangsur pulih,” ujar Dian.
“Kami juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi seluruh tim TelkomGroup di lapangan, serta dukungan dan kolaborasi seluruh pihak yang memungkinkan proses pemulihan ini berjalan cepat dan tuntas,” tambah Dian.
Seiring dengan tuntasnya pemulihan jaringan, TelkomGroup terus memperkuat dukungan terhadap program Hunian Danantara (Huntara) sebagai bagian dari sinergi BUMN dalam percepatan pemulihan masyarakat pascabencana.
Di berbagai kawasan Huntara yang dibangun secara bertahap di tiga provinsi terdampak, TelkomGroup menghadirkan akses telekomunikasi dan WiFi gratis.
Dukungan konektivitas tersebut meliputi penyediaan Access Point WiFi di area hunian dan fasilitas umum, penguatan jaringan seluler melalui BTS eksisting dan Mobile BTS, serta pemanfaatan jaringan satelit untuk menjamin keandalan layanan.
TelkomGroup juga mengimplementasikan layanan WiFi Managed Service (WMS) berkapasitas 100 Mbps untuk mendukung kebutuhan operasional di Posko TelkomGroup Huntara.
Melalui integrasi jaringan TelkomGroup, masyarakat di kawasan Huntara dapat menikmati internet gratis yang membantu menjaga komunikasi serta mendukung kebutuhan selama masa pemulihan.
Tidak hanya dari sisi infrastruktur, TelkomGroup juga menyalurkan dukungan kemanusiaan secara berkelanjutan bagi masyarakat terdampak di berbagai wilayah Sumatra. Hingga 7 Januari 2026, total dukungan TelkomGroup tercatat mencapai lebih dari Rp123,23 miliar, mencakup penyediaan posko internet gratis, bantuan logistik, layanan kesehatan, dapur umum, dukungan psikososial, serta program keringanan dan kompensasi layanan bagi pelanggan terdampak.
Kehadiran Relawan BUMN Peduli TelkomGroup turut memperkuat pendampingan di lapangan melalui penyaluran bantuan dan kegiatan bakti sosial untuk mendukung pemulihan sarana umum.
Dengan jaringan yang kembali terhubung dan bantuan yang terus berjalan, TelkomGroup berharap kehadiran konektivitas dapat membantu masyarakat kembali berkomunikasi, beraktivitas, dan menata kehidupan sehari-hari pascabencana.
Lebih dari sekadar layanan telekomunikasi, dukungan ini menjadi bagian dari upaya bersama agar masyarakat terdampak dapat bangkit secara bertahap dan kembali menata keseharian pascabencana dengan lebih baik. (Har/tel)
