Medan, POL | Kuliner Indonesia kini ramai dikenal dan diminati setelah Restoran Medan Kitchen hadir pada Juli 2020 di California, Amerika Serikat.
Adapun pendiri Restoran Medan Kitchen ini tak lain adalah Siu Chen.
Perempuan asal Medan yang sudah sepuh ini berhasil memperkenalkan makanan khas nusantara pada warga Amerika Serikat.
Dari cerita Siu Chen, awalnya dia tak menyangka dapat membuka bisnis kuliner, terlebih di tengah pandemi saat ini.
Namun, dirinya yang suka bergerak akhirnya berinisiatif untuk dapat membuka restoran agar memiliki aktivitas.
“Pada mulanya tidak ada niat untuk membuka bisnis di Amerika, hanya sebatas memasak untuk teman teman dan gereja. Hanya saja pada saat pandemi semua tutup, dan saya tidak bisa memasak lagi, sedangkan saya suka sekali memasak,” katanya, Minggu (15/8/2021).
Karena sudah terbiasa bergerak melakukan aktivitas, Siu Chen kemudian mencoba mencari tempat untuk membuka usaha sendiri.
Dengan kemampuan masak yang memumpuni, Restoran Medan Kitchen hadir dengan aneka pilihan menu dengan harga ekonomis.
Adapun pilihan menu yang ditawarkan seperti Nasi Prang Medan, Nasi Betawi Mini, Nasi Liwet, Nasi Ulam, Soto Betawi, Nasi Rawon, Mie Rebus, Nasi Uduk dan aneka menu lezat lainnya mulai dari harga $8-$13 per porsinya.
Uniknya, Siu Chen membeberkan bahwa dirinya mendapat julukan lantaran banyak masyarakat yang jatuh hati dengan lontong Medan buatannya.
“Menu favorit dan yang paling disukai ada lontong sayur Medan dan nasi kuning komplit. Sampai teman dan pelanggan saya memanggil saya Ai Lontong Medan (Ai artinya tante dalam bahasa Medan),” tuturnya.
Untuk pilihan menu, Siu Chen selalu membuat jadwal menu setiap harinya yang dapat dilihat di Instagram @medankitcheninc.
Bagi Siu Chen, kecintaannya terhadap dunia memasak membuat dirinya melakukannya dengan senang hati setiap harinya, terlebih jika makanan yang ia sajikan dapat diterima dan dinikmati oleh lidah bule Amerika.
“Warga Amerika di sini beragam suku dan bangsa. Termasuk banyak juga warga Indonesia yang menetap di sini. Dan kebanyakan yang datang kemari awalnya mereka ingin mencoba atau pernah memakan makanan Indonesia yang penuh dengan rasa rempah. Banyak dari mereka yang cocok dengan masakan Indonesia,” kenangnya.
Setiap harinya, Siu Chen berbagi tugas kepada anak dan menantu untuk mengurus keperluan hidangan, mulai mempersiapkan bahan baku hingga ke tangan pelanggan.
“Semua masakan di masak di hari yang sama. Hanya saja semua persiapan sudah dilakukan sehari sebelumnya, seperti menyiapkan bumbu, potong sayur dan lainnya. Untuk belanja ada menantu saya yang belanja, sebagian ada yang diantar ke toko langsung juga,” kata wanita berusia 75 tahun ini.
Walaupun jauh dari Tanah Air, Siu Chen mengaku tak mendapatkan kesulitan untuk memperoleh bahan baku rempah nusantara.
“Rempah ataupun bumbu-bumbu di sini cukup lengkap. Sebagian didapatkan dari importir Indonesia, dan sebagian juga ada dari importir Thailand,” katanya.
Siu Chen bercerita, bakat memasak aneka menu yang harus diolah dengan terampil ini ternyata didapatkannya dari orangtuanya sejak kecil di Medan.
“Sejak kecil sudah terbiasa dan selalu membantu orangtua di Medan. Orangtua saya mempunyai usaha kecil warung makan di daerah Medan. Dan sebelum ke Amerika saya pernah membuka warung makan juga di Jakarta,” kenang Siu Chen.
Kini, Restoran Medan Kitchen menjadi pengobat rindu warga Indonesia yang rindu kampung halaman ataupun warga asing yang penasaran dan tertarik dengan menu kuliner Nusantara.(POL/TRB)
