Padangsidimpuan, POL | PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk melalui Charoen Pokphand Foundation Indonesia (CPFI) Gelar penguatan Pendidikan Karakter Guru, di Balai STAITA Kota Padangsidimpuan(18/9) lalu dihadiri para Guru SD dan SMP di Kota Padangsidimpuan .
Managemen PT Charoen Pokphan Indonesia Andi Magdalena Siadari mengatakan, kegiatan ini mengambil konsep Guru “Ideal” (Inspiratif, Dedikatif, Empatik, Ber-Akhlak mulia dan Berbudi Luhur) mereka antusias datang sejak pagi tadi. Materi khusus tentang pendidikan karakter tim fasilitator yang berasal dari Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang pun didapatkan.
Kata dia, CSRnya Charoen Pokphand kebanyakan 80% untuk pendidikan, tapi tidak pernah menyentuh guru, kebanyakan menyentuh Infrastruktur dan beasiswa. Dipilihnya penguatan pendidikan karakter untuk para guru, setelah PT Charoen Pokphan bekerjasama dengan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang telah melakukan survey kepada guru di Jawa Tengah.
“Besok diajarin bagaimana menahan emosi, lapangan di luar bagaimana, dia harus mengajar juga, emosi dari orang tua, dari murid-lah yang bagaimana macam, sangat baik,” tambahnya.
Regional Head Charoen Pokphand Sumbagut Bethman Siagian menambahkan, program CSR dapat memberikan dampak nyata kepada masyarakat terutama dari tenaga pendidikan.“Dari acara CSR terasa di masyarakat, terutama di bidang guru. Guru bisa menjadi sarana di masyarakat,” tambah Bethman.
Pj Sekretaris Daerah Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe, SKM, M.Kes, mengharapkan, adanya program CSR untuk pendidikan karakter guru ini, dapat mencetak generasi-generasi bangsa yang cerdas dan berkarakter.
“Kita mengalami proses perubahan yang luar biasa yaitu revolusi 4.0 yang menjadi dunia masa depan. Saya yakin guru ini akan mengikuti zamannya, akan tetapi kita harus menyadari bagaimanapun hebatnya teknologi, pendidikan penguatan karakter itu yang paling utama, dan semoga semua tujuan dari program bakti pada guru ini dapat memajukan dunia pendidikan di indonesia dan kota pad angsidimpuan khususnya, sebab kami menganggap bahwa pendidikan adalah kunci dari kehidupan berbangsa dan bernegara,”ungkap Letnan
Acara juga dihadiri Kadis Pendidikan M.Luthfi Siregar, Kaban Baperlitbang M.Jusar Nasution, Kadis Pertanian Parhimpunan Siregar dan Dekan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Hastaning Sakti. (POL/NP.02)
