Surabaya, POL | Sebanyak 998 siswa SMK dari 36 provinsi di Indonesia akan mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Nasional XXXI di Kota Surabaya, 44 di antaranya siswa SMK terbaik dari Jawa Barat (Jabar).
Pembukaan kompetensi ini digelar di Airlangga Convention Center, Kota Surabaya, Selasa (24/10/2023).
Seluruh siswa akan unjuk kompetensi pada 37 lomba yang akan dihelat di dua tempat, yakni di SMKN 5 dan SMKN 6 Surabaya. Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 23 – 28 Oktober 2023.
Hadir secara daring, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek),
Nadiem Makarim menuturkan, melalui LKS, seluruh peserta telah berkontribusi penting bagi kemajuan vokasi Indonesia. “Ini pemantik semangat untuk terus berkarya. Mari bergerak wujudkan Merdeka Belajar!” serunya.
Ia pun mendorong para peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan baik agar menjadi talenta berprestasi.
Nadiem juga mengapresiasi antusiasme siswa di Indonesia untuk mengikuti ajang talenta yang digelar Kemendikbudristek ini.
Sedangkan Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa menuturkan, kompetisi seperti ini menjadi bagian penting untuk melihat lahirnya talenta luar biasa yang dimiliki siswa SMK.
“Di Jatim, angka pengangguran SMK semakin menurun. Artinya, SMK membangun kemandirian dan karya yang dihasilkan dilingkungan SMK semakin signifikan,” tuturnya.
Acara pembukaan ini dibuka penampilan tari kolosal Nusantara, drum band, defile 36 kontingen, dan ditutup penampilan Salma “Indonesian Idol”
Sehari sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Wahyu Mijaya melepas kontingen Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Jabar ke Tingkat Nasional XXXI, berpesan kepada seluruh peserta agar bisa mengeluarkan seluruh potensi terbaiknya, namun tidak menjadikan ajang ini sebagai beban.
“Yang akan Adik-adik lakukan adalah menunjukkan upaya terbaik dari potensi yang Adik-adik miliki. Maka, jangan jadi beban berlebihan jika kembali tanpa medali,” pesannya pada malam pelepasan kontingen di Vue Palace, Kota Bandung.
Bagi Kadisdik, lomba adalah sebuah proses yang akan menjadikan pelajar semakin kuat dan menang dalam kehidupan. “Jadi, ketika Adik-adik jatuh, harus bangkit lagi. Bagi pemenang, jangan bereuforia berlebihan,” ucapnya. (POL/Har-Disk)







