Presiden di USU Ajak Pimpinan Kampus Kembangkan Ekosistem Kewirausahaan

Medan, perjuanganonline | Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan orasi ilmiah di kampus Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Senin (8/10/2018).

Kehadiran Jokowi di sana dalam rangka mengikuti Dies Natalis USU ke-65 tahun.

Dalam orasi ilmiahnya Jokowi menyampaikan, peran sentral lembaga pendidikan tinggi bukan saja semata-mata terhadap pendidikan.

Melainkan, juga menyangkut perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perannya sebagai mitra pemerintah dalam perumusan pelaksanaan kebijakan publik.

“Tak hanya itu saja, peran lembaga pendidikan tinggi juga penting terhadap dunia kewirausahaan. Sebab, kita membutuhkan wirausahawan yang menciptakan lapangan kerja,” ungkapnya.

Oleh karenanya, sambung Jokowi, ia mengajak kepada pimpinan universitas mari sama-sama membangun ekosistem bagi kewirausahaan. Yaitu, start up atau pebisnis pemula untuk menjadi besar.

Jokowi juga mengajak pimpinan perguruan tinggi untuk bersama-sama membangun ekosistem bagi pengembangan kewirausahaan, dengan bersama-sama membangun tumbuhnya start up-start up bisnis, membangun ekosistem yang mendorong munculnya pebisnis pemula, dan mendorong pebisnis-pebisnis pemula bisa menjadi besar.

Ini tak terlepas dari fakta di lapangan semangat kewirausahaan bangsa Indonesia ini masih rendah.

Ia menunjuk contoh dalam Global Entepreneurship Index tahun 2017, peringkat kewirausahaan Indonesia ada di nomor ke 90 dari 137 negara. Sementara di tingkat Asia Pasifik, lanjut Presiden, peringkat Indonesia 16 dari 24 negara. Jumlah inovasi dan paten Indonesia, sambung Presiden, juga masih rendah yaitu peringkat 87 dari 137 negara.

“Mari mengembangkan skema-skema pembiayaan untuk memperkuat alternatif pembiayaan bagi bisnis-bisnis pemula,” ucap Presiden Jokowi.

Ditegaskannya, bahwa kewirausahaan tidak semata-mata menghasilkan profit bagi perusahaan, tapi juga melahirkan benefit bagi masyarakat luas, yang berusaha menjadi sociopreneur yang memecahkan masalah sosial melalui cara-cara kewirausahaan.

Presiden berharap agar perguruan tinggi mampu meningkatkan perannya dalam pengembangan ekosistem untuk menciptakan para sociopreneur. Untuk itu, lanjut Presiden, cara-cara baru harus dikembangkan, kreasi-kreasi baru harus difasilitasi dan dikembangkan.

“Para sociopreneur yang memecahkan masalah-masalah di masyarakat harus kita dukung,” tegasnya.

Diakui Presiden, bahwa pendidikan tinggi memang harus mencetak lulusan yang menguasai ilmu pengetahuan teknologi. Namun ia mengingatkan, perguruan tinggi juga harus membuat alumninya mencintai negara, mencintai Indonesia yang melahirkan para pembela Pancasila, yang menancapkan jiwa kerakyatan, yang menanamkan integritas dan profesionalisme untuk membangun sebuah keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.(GS/PJ/G03)

Berikan Komentar:
Exit mobile version