WKI Kolaborasi Kaukus Perempuan Parlemen RI Gelar Seminar Peran Wanita Karo Dalam Pewarisan Nilai Budaya

DR Badikenita Br Sitepu SE SH MSi: Perempuan Karo Pilar Keberlanjutan Budaya

Ketua KP2 RI sekaligus Ketua Komite II DPD RI, Dr Badikenita Sitepu, SE MM yang menjadi keynote speaker dalam seminar Peranan Wanita aro dallas Pewarisan Budaya. (IST)

Medan, POL | Wanita Karo Indonsia (WKI) berkolabrasi dengan Kaukus Perempuan Parlemen RI menggelar seminar bertema: “Peran Wanita Karo Dalam Pewarisan Nilai Budaya” dengan subtema: Wanita Karo sebagai penjaga warisan budaya: menguatkan peran, mewariskan nilai, membangun generasi berbudaya.

Ketua Komite II DPD RI, Dr Badikenita Br Sitepu SE SH MSi yang menjadi keynote speaker dalam acara ini menyebutkan, perempuan Karo memiliki kedudukan yang sangat istimewa dan strategis, baik dalam tatanan adat maupun kehidupan bermasyarakat.

“Perempuan Karo adalah pilar keberlanjutan budaya di tengah perubahan zaman. Secara adat, perempuan Karo memegang peranan penting dan memiliki level yang tinggi. Karakter dasar perempuan Karo adalah mandiri dan independen,” ujar Badikenita.

Ia juga membagikan catatan kritis dan pengalamannya terkait dinamika kepemimpinan perempuan, termasuk berbagai tantangan serta hambatan kultural maupun usia yang kerap dihadapi saat menduduki posisi strategis di tingkat nasional.

Lewat rekam jejaknya mulai dari kepemimpinan di tingkat parlemen hingga berbagai organisasi nasional, Badikenita mengajak seluruh perempuan Karo untuk tidak gentar menghadapi tantangan zaman.

Dikatakan, suatu negara rusak bukan karena banyak orang jahat, tapi banyaknya orang yang benar diam. Untuk itu dia mengajak wanita Karo untuk mengambil peran aktif, menyiapkan kader untuk aktif dalam dunia politik.

“Jangan anti politik. Dukungan keluarga juga sangat berperan penting karena menambah kepercayaan diri yang luar biasa,” ungkap DR Badikenita Br Sitepu.

Sebelumnya Ketua WKI Prof Dr Maria Kaban dalam sambutannya saat pembukaan seminar berterimakasih kepada Dr Badikenita Sitepu yang memfasilitasi acara ini.

Dikatakan, tujuan acara ini dibuat untuk meningkatkan.pemahaman masyarakat mengenai peranan strategis wanita Karo dalam pewarisan nilai budaya. Mengidentifikasi bentuk-bentuk pewarisan budaya yang dilakukan wanita dalam kehidupan keluarga dan masyarakat serta mendiskusikan tantangan yang dihadapi wanita dalam menjaga keberlanjutan budaya Karo.

Selsin itu juga untuk membangun jejaring kolaborasi antar organisasi wanita perempuan, lembaga adat, akademisi, pemerintah dan masyarakat dalam pelestarian budaya.

Dia berharap perempuan Karo dapat terus meningkatkan kapasitas diri, memberikan edukasi berkelanjutan kepada generasi muda, serta berani mengambil peran aktif dalam pengambilan keputusan demi kebaikan masyarakat luas.

Sedangkan Ketua Panitia Prof Eva Marlina Ginting mengatakan, acara ini dilakukan untuk berbagi pemikiran, pengalaman dan wawasan serta gagasan mengenai peran strategis wanita Karo dalam mewariskan budaya kepada generasi muda. Wanita Karo memiliki peran penting dan strategis dalam keluarga dan masyarakat, tidak hanya sebagai ibu dan pendidik pertama bagi anak-anak, tapi juga sebagai penjaga bahasa, adat istiadat, nilai-nilai budaya serta identitas budaya Karo.

Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi, tantangan yang kita hadapi untuk menjaga jati diri budaya semakin besar. “Oleh karena itu, diperlukan komitmen bersama agar budaya Karo tetap hidup, berkembang dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” sebut Prof Eva Marlina Ginting.

Acara ini menghadirkan narasumber lintas profesi, yakni seniman Karo Saksi Sebayang, praktisi hukum Dr. Eli Eka Sari, SH MHum, serta akademisi Dr. Sri Alem Sembiring MSi. (Isvan)

Berikan Komentar:
Exit mobile version