Medan, POL | Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si wisuda 1.586 lulusan periode III / 2025/2026 di auditorium USU, Jumat dan Sabtu (08–09/05/2026).
Dengan demikian, total alumni USU kini mencapai 277.132 orang, menjadikan universitas ini salah satu perguruan tinggi besar di Sumatera yang terus menghasilkan lulusan berdaya saing.
Prof Muryanto dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada para wisidawan yang berhasil menyelesaikan pendidikan di universitas ini
“Semoga ilmu yang diperoleh selama masa perkuliahan dapat menjadi bekal yang berarti dalam kehidupan, serta mampu memberikan manfaat ebih luas bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia juga menegaskan lulusan perguruan tinggi tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu beradaptasi dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
BACA JUGA : Universitas Dharmawangsa dan USU Tandatangani Kerja Sama
“Kiranya hasil pendidikan yang ditempuh dapat mengantarkan saudara memperoleh pekerjaan dan diharapkan maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya demi meningkatkan kompetensi dan keterampilan,” katanya.
Rektor USU turut menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan keluarga wisudawan yang telah memberikan dukungan penuh selama proses pendidikan berlangsung.
“Semoga Allah SWT membalas seluruh jasa dan pengorbanan para orang tua yang telah mendampingi putra-putrinya hingga berhasil menyelesaikan pendidikan dengan baik,” ucapnya.
Prof Muryanto mengajak seluruh lulusan untuk terus belajar, menjaga integritas, dan memanfaatkan ilmu yang telah diperoleh selama kuliah untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Teruslah belajar, berjuang, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Semoga seluruh lulusan USU dapat menjadi pribadi yang membawa kebaikan di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Di antara para wisudawan, dr. Agnelisa Putria Harahap membagikan pengalamannya selama menjalani pendidikan profesi dokter di USU.
Menurutnya, tantangan terbesar yang dihadapi selama perkuliahan adalah membagi waktu antara belajar dan aktivitas di rumah sakit.
“Karena kami dari Fakultas Kedokteran, tentu harus belajar lebih ekstra. Saat profesi juga tantangannya ada pada manajemen waktu dan rasa lelah ketika bertugas di rumah sakit,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan dr. Ruth Maria Situmorang. Ia menilai mahasiswa harus mampu menyeimbangkan akademik dengan kegiatan organisasi dan kehidupan pribadi selama menjalani pendidikan.
“Kita perlu belajar ekstra, tapi juga tetap aktif di organisasi, kepanitiaan, maupun kegiatan lainnya. Jadi yang paling penting memang manajemen waktu,” katanya.
Sementara itu, Adli Nadhif, MP turut membagikan pengalamannya saat menjalani penelitian di luar provinsi yang menjadi tantangan tersendiri dalam menyelesaikan pendidikan.
“Kesulitannya ada pada jarak karena penelitian saya berada di luar provinsi. Tapi menurut saya tetap dijalani saja, walaupun kadang merasa burnout atau lelah, karena pasti insya Allah bisa lulus tepat waktu,” ujarnya.
Periode wisuda USU kali ini terdiri dari 34 lulusan program Doktor, 186 dari program Magister, 49 program Pendidikan Spesialis, 3 dari Program Pendidikan Sub-Spesialis, 56 Program Dokter Jenjang Magister, 353 Pendidikan Profesi, 896 Program Sarjana, dan 9 dari Program Diploma. (gudmen)
