Medan, POL | Sejumlah anggota DPRD Sumut berpendapat, penggerebekan layanan rapid test antigen dan tes swab di Medan dan Sunggal dikhawatirkan mengusik kepercayaan masyarakat yang saat ini sudah terbelenggu akibat pandemi Covid-19. Penggebrekan di tempat keramaian perlu dilakukan ekstra hati-hati karena hal ini sangat sensitif.
Hal itu disampaikan dua anggota dewan, Zeira Salim Ritonga dan Viktor Silaen, Jumat (28/5/2021).
Keduanya merespon penggerebekan layanan rapid test antigen dan tes swab PCR secara drive thru, di seputaran Lapangan Merdeka Medan, Rabu malam dan di Kecamatan Sunggal pekan lalu.
Terhadap hal ini, Zeira menyebutkan, jika untuk tujuan penerapan protokol kesehatan dan mencegah penyebaran Covid-19, penggerebekan itu kita apresiasi.
“Tapi sejauh ini, kita belum tahu ini motifnya seperti apa, lalu sempat ricuh pula, seperti ada peristiwa besar saja,” kata Zeira.
Zeira berharap Poldasu dan jajarannya untuk segera mengklarifikasi dan merespon merespon tanda tanya yang muncul di tengah masyarakat.
“Sebaiknya masyarakat jangan lagi dibebani dengan upaya-upaya yang dapat mengusik konsentrasi mereka,” katanya.
Zeira menyebutkan, peristiwa penggerebekan fasilitas stik antigen diduga palsu, dan jual beli vaksin di Lapas Tanjung Gusta sudah cukup mencoreng muka Pemprovsu yang selama ini berjuang mengendalikan pandemi.
“Terus terang jika dibiarkan berlarut-larut, kita khawatir nanti ada isu-isu liar yang ditunggangi pihak lain untuk merendahkan upaya kita mencegah Covid-19,” ujarnya.
Alasannya, masalah Covid-19 sudah mendunia, dan kekeliruan kita menangani pandemi bukan hanya jadi sorotan, tapi juga cibiran banyak pihak.
Senada anggota dewan lainya Viktor Silaen berpendapat, langkah pencegahan Covid-19 terutama di tempat keramaian harus hati-hati. “Pikirkan juga masyarakat kita, jangan sampai mereka makin terbelenggu dan makin sesak nafas gara-gara penggerebekan. Ini masalah nyawa, sensitif sekali saya rasa, “ ucapnya.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Polrestabes, penggerebekan di dua tempat yakni di Medan dan Sunggal diduga terkait masalah izin dan terkait masalah penerapan protokol kesehatan. (POL/LUKMAN)
Berikan Komentar:
