Medan, POL | Pekan Raya Sumatera Utara 2023 diwarnai padamnya listrik dan meledaknya travo/genset menjelang dibukanya even tersebut oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Jumat (16/6/2023) malam.
Even tahunan, yang sempat ditiadakan 3 tahun akibat Covid-19, itu kacau balau karena ketidaksiapan panitia penyelenggara mengantisipasi padamnya listrik yang mengakibatkan pengunjung dan pemilik stan panik karena arena gelap gulita.
Kejadian ini sangat disayangkan para pengunjung yang memadati arena. Salah satu pengunjung bernama Rani warga Marelan yang sengaja jauh-jauh datang pada pembukaan PRSU ini sangat menyesalkan kejadian tersebut.
“Saya bersama keluarga datang pada pembukaan PRSU ini yang mana beberapa tahun tidak dilaksanakan dikarenakan Pandemi Covid-19. Heeee… Taunya malah mati lampu pula, bang,” ucapnya.
Lain halnya Hendro warga Medan Sunggal mengatakan, kejadian ini sangat memalukan. Karena, sudahlah even ini baru dilakukan, kesannya tidak profesional dan tidak matang.
“Sepertinya pihak ketiga dalam hal ini Event Organizer (EO) tidak Profesional. Seharusnya jauh hari sudah mengantisipasi kejadian seperti ini,” tegasnya.
Tidak Bermartabat
Kecaman serupa disampaikan Azis warga Medan Perjuangan yang semula akan menyaksikan penyerahan bea siswa anak kerabatnya yang akan diserahkan langsung Gubsu Edy Rahmayadi, namun dibatalkan akibat padamnya listrik.
Kata dia, padamnya lampu yang mengakibatkan ketidaknyamanan pengunjung dan kekecewaan pemilik stan di malam pembukaan bukan hanya memalukan, bahkan tidak sesuai dengan jargon PRSU ke-49 “Berikan Cerita Terbaikmu” tentang Sumatera Utara.
“Sangat tidak bermartabat karena selain dihadiri para bupati/wali kota, even yang dibuka Gubernur Sumut Edy Rahmayadi ini juga dihadiri para konsulat negara sahabat,” katanya.
Amatan wartawan di lokasi, lampu baru kembali menyala setelah padam satu jam setengah, beberapa saat sebelum Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi tiba di arena PRSU. (POL/isvan)
