Medan, POL | Konflik di internal Yayasan Perguruan Darma Agung (YPDA) makin terbuka. Setelah terpecah dalam 2 kubu, masing-masing kepengurusan yayasan pun kini punya rektor tersendiri untuk memimpin Universitas Darma Agung (UDA), salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) yang dikelola keluarga DR TD Pardede ini.
Jika sebelumnya YPDA versi Elyas Richard Pardede telah menunjuk Prof Dr Suwardi Lubis sebagai Pj Rektor UDA pasca mundurnya Dr Muhammad Ansori Lubis, kini giliran YPDA kubu Partahi Siregar mengangkat Dr Lilis S Gultom sebagai Rektor UDA defiitif.
Sebagaimana mana diketahui, Elyas Richard Pardede merupakan anak dari almarhum Hisar Pardede, yang pada 10 Februari 2025 menyatakan diri sebagai Ketua Pembina YPDA dengan dasar penerbitan SK Menkumhan akta 02.
Dalam akta 02 itu, Hana Nelsri Kaban dihunjuk sebagai Ketua YPDA.
Sementara hari ini, Selasa (22/4/2025), YPDA versi Partahi Siregar mengangkat Dr Lilis S Gultom sebagai Rektor UDA.
Partahi Siregar sendiri merupakan anak dari Sariati Pardede, kakak kandung dari Hisar Pardede, kedua putri dan putra almarhum DR TD Pardede.
Partahi Siregar diangkat sebagai Ketua YPDA berdasarkan akta 12 tahun 2022 dengan masa jabatan 5 tahun hingga 2027.
Dr Lilis S Gultom didampingi Ketua Senat UDA, Dr Gomgom TP Siregar sudah menyampaikan surat pemberitahuan pengangkatan dirinya sebagai Rektor UDA langsung kepada Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumut, Prof Saipul Anwar Matondang.
Sebelum diangkat jadi Rektor UDA yang baru, Dr Lilis S Gultom merupakan Wakil Rektor I di kampus yang didirikan pada 11 Desember 1957 itu.
Dengan konflik di tubuh YPDA ini, maka kini UDA memiliki 2 rektor. Siapa rektor yang diakui pemerintah, kita tunggu perkembangan selanjutnya. (MB)
