Lewat Program KCW, Bobby Nasution Bentuk Ekosistem Ekonomi Baru Kota Medan

Medan, POL | Pandemi Covid-19 yang hampir dua tahun melanda Kota Medan telah  menghantam banyak sektor, terutama   kesehatan dan ekonomi. Khusus sektor ekonomi,  pelaku UMKM pun terkena dampaknya sehingga tidak sedikit yang gulung tikar. Menyikapi itu Wali Kota Medan  Bobby Nasution mengambil sejumlah kebijakan guna membangkitkan kembali  pelaku UMKM, salah satunya dengan membuka Kesawan City Walk (KCW). Di samping itu menantu Presiden Joko Widodo ini juga  ingin membentuk ekosistem ekonomi baru di Kota Medan melalui KCW

“Kita membuka kembali KCW untuk menjadikan Kota Medan sebagai market bagi para pelaku UMKM, karena yang menjadi persoalan mereka  saat ini  bagaimana memasarkan produknya. Jadi itu yang kita bantu agar mereka dapat bertahan dan berkembang. Oleh karenanya saya ingin melalui KCW  dapat membentuk ekosistem ekonomi baru di Kota Medan,” kata Bobby Nasution baru-baru ini.

Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Kecil Dinas Koperasi dan UMKM  Kota Medan Anwar Syarif  mengungkapkan,  KCW merupakan bentuk kehadiran Pemko Medan dalam penyediaan tempat promosi dan pengembangan UMKM, serta merupakan kolaborasi pengembangan UMKM dan pemeliharaan kawasan bersejarah (heritage) sejalan dengan visi misi Wali Kota Medan.

“Di samping itu posisi strategis KCW dapat membentuk ekosistim ekonomi baru di Kota Medan. KCW ini merupakan solusi nyata Wali Kota  dalam upaya pengembangan ekonomi sektor UMKM,” kata Anwar saat dihubungi, Kamis (9/12/2021).

Anwar menyebutkan, langkah strategis sebagai upaya untuk mewujudkan kawasan Kesawan sebagai ekosistim ekonomi baru Kota Medan dilihat dari aktivasi KCW menjadi Kesawan Creative Belt dan pemeliharaan serta rekonstruksi kawasan Kesawan sebagai kawasan heritage sekaligus “The Kitchen of Asia” .

“Untuk Kesawan Creative Belt terdiri dari 4 fokus yakni Creative Hub yang merupakan fokus pada penyediaan ruang bagi pelaku UMKM kreatif untuk berkarya dan berkegiatan. Lalu,  Artisan Market yang merupakan produk pangan artisan  dibuat dengan tradisi turun temurun, memakai bahan lokal dan dengan teknik manual untuk menjaga kualitasnya. Kemudian, Public Art yang merupakan penyediaan pameran karya seni di ruang public. Serta City Branding yang menjadikan kawasan Kesawan menjadi ikon baru Kota Medan,” jelasnya. (POL/Cos)

Berikan Komentar:
Exit mobile version