Ketua PGRI Sumut Minta Penggajian Guru Honor Menggunakan Sistem Cluster

Medan, POL | Ketua   PGRI   Sumatera  utara   Drs   Abdul  Rahman   Siregar   kembali   meminta  kepada  Gubernur  Sumatera  Utara Edy  Rahmayadi  untuk  segera   membuat  sistim  Cluster   dalam  membantu  kesejahteraan Guru Honor di Sumatera  Utara.

“Mengajar bukan pekerjaan sukarela, ini adl profesi dan oleh karena itu harus diperlakukan secara profesional,” ungkap Abdul Rahman Siregar di Hotel Madani Medan, Minggu (26/1/2020).

Dia mengatakan, sejak  Efektipnya   UU No 23 tahun 2017  tentang Pemerintah  daerah, PGRI    Sumatera utara   telah  melakukan sebuah upaya yang  sangat  tepat  dan  bijaksana  dalam  membantu  kesejahteraan  guru  honor.

Sebanyak 8.500 Guru honor, baik SMA dan SMK serta SLB telah mendapat  status  hukum  yang  jelas  dan kesejahteraannya  juga  sangat  bagus  dengan honor Rp.40.000 perjam.

“Bahkan setelah   tahun   2019  Gubernur   Sumatera  Utara   Pak  Edy  Rahmayadi   kembali  menaikkan  kesejahteraan  guru  honor   yang sangat  luar  biasa  sebesar  Rp90.000  perjam,” sebut Rahman.

Berdasarkan data, kata dia, ada 12.000 guru honor di Sumatera Utara. Tapi ketika    efektipnya   SMA dan  SMK   menjadi  kewenangan  Provinsi  tahun 2017,  baru  8.500  guru yang  mempunyai  status  hukum  jelas, sedangkan 3.000 lagi statusnya  masih guru  honor  yang  dibayar Komite Sekolah masing-masing  sekitar Rp40.000.

Setelah  adanya  Rencana  Pemerintah   dan  DPR  untuk  menjadikan  Guru  honor  menjadi  Guru  ASN dan P3K, maka PGRI Sumut sangat  berharap Gubernur  Sumatera Utara  segera  mengusulkan  para  guru  honor menjadi  ASN dan P3K.

“Inilah  harapan PGRI . Semoga  status guru honor  nantinya  tidak  ada  perbedaan  tentang  penggajian  guru honor   yang  diangkat  menjadi  P3K..PGRI mengusulkan  sebaiknya pusat  menanggung  separuhnya dan propinsi  separuhnya  lagi.  Kita  dorong  terus Gubernur Sumut   membenahi  pendidikan  di  Sumatera  utara  supaya  maju  dan  meningkat  serta  bermartabat,” katanya lagi.

Selain itu, Drs  Abdul  Rahman Siregar sangat berharap Plt Wali Kota  Medan Akhyar  Nasution   untuk   menaikkan kesejahteraan guru  honor   di   Medan pada tahun   2020 dengan  sistim  cluster  kembali  seperti  tahun   2019.

PGRI   Sumatera  Utara   mengharapkan cluster 1 dari Rp600.000 menjadi    Rp1.000.000, cluster 2 dari Rp 800.000 menjadi Rp1 200 000 dan cluster  3  dari  Rp1.000.000 menjadi Rp1.400 000.

Hal  ini, kata dia, masih   sangat  memungkinkan  sekali  atas  kemampuan  keuangan  Pemko  Medan   pada  tahun  2020..Sedangkan   untuk  meningkatkan  status  guru,  baik  menjadi  guru  ASN   dan  P3K,  diharapkan  Wali Kota  Medan   segera  mengusulkan  seluruh guru  honor diangkat  menjadi  ASN dan P3K   serta  meminta   sistim  penggajian  guru  P3K  separoh  dari pusat dan separohnya  lagi  dari  dana  APBD  kota  Medan.

“PGRI mengajak seluruh guru honor terus  bekerja dengan  baik demi meningkatkan  kualitas  pendidikan  di  Sumatera Utara dan khususnya kota Medan. Jangan  lupa  supaya kita mendoakan Gubernur Sumut dan  Wali Kota  Medan serta kepala daerah lainnya agar terus  mendapat  hidayah  dari  Allah SWT khususnya  dalam  membantu  guru,” ujar Ketua PGRI Sumut Abdul Rahman Siregar. (POL/LUKMAN)

Berikan Komentar:
Exit mobile version