Berikan Komentar:
Fraksi Demokrat Pertanyakan Kapan Lapangan Merdeka dan Kebun Bunga Difungsikan
-
Editor: Editor

- Categories: Kota
- Tags: DifungsikanFraksi DemokratKebun Bungalapangan merdekaPertanyakan
Related Content
Tutup IMM Expo & Arena Fest 2026, Rico Waas Apresiasi Kreativitas dan Sikap Kritis Mahasiswa
Editor:
Editor
Senin, 22 Juni 2026
Bukan Khusus Wali Kota Medan, Anggaran Rp1,1 M Air Mineral untuk Agenda Resmi Selama Setahun
Editor:
Editor
Senin, 22 Juni 2026
Belum Dilantik Sudah Beri Manfaat, Rico Waas Apresiasi Aksi Sosial Maluku Medan Bersatu
Editor:
Editor
Senin, 22 Juni 2026
Kala CFD Jadi Panggung Tanpa Sekat Antara Pemimpin dan Warganya
Editor:
Editor
Minggu, 21 Juni 2026
Narkoba, Penyebab Sawit Rakyat di Sumut Rentan Pencurian Terorganisir Disertai Kekerasan
Editor:
Editor
Minggu, 21 Juni 2026
Di Hadapan Delegasi UNDP, Wali Kota Medan Paparkan Rencana Menuju Kota Metropolitan Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan
Editor:
Editor
Minggu, 21 Juni 2026
Medan, POL | Fraksi Demokrat DPRD Medan mempertanyakan kepada Wali Kota Medan Rico Waas tentang fasilitas umum yang dibangun dan sudah diresmikan tapi kenapa belum digunakan. Fasilitas umum yang sudah diresmikan tersebut adalah Lapangan Merdeka dan Stadion Kebun Bunga. Begitu juga Mall UMKM di USU belum ada kabar beritanya kapan difungsikan.
“Proyek raksasa tersebut sudah menggunakan anggaran yang cukup besar, rakyat bertanya -tanya kepada kami melalui telepon maupun WhatsApp. Masyarakat sudah kepingin menikmati fasilitas umum tersebut untuk berolahraga dan bersantai,” kata anggota DPRD Medan Dr H Muslim, M.AP ketika membacakan pemandangan umum. Fraksinya pada rapat paripurna Rancangan Peraturan Daerah tentang laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kota Medan tahun anggaran 2024, Selasa (10/6/2025) di ruang rapat Paripurna DPRD Medan.
Muslim juga mempertanyakan pembangunan Islamic Center yang pembangunannya sudah dimulai tahun 2023, tapi sampai sekarang belum ada kelanjutan pembangunannya. “Pembangunan Islamic Center menggunakan anggaran multiyears, tapi belum selesai sudah 2 tahun, dimana kendalanya?” tanya Muslim
Demokrat juga menyarankan agar debentuk sebuah Dinas menangani tiga Perusahaan Umum Daerah (PUD), seperti PUD Pasar, PUD Pembangunan dan PUD Rumah Potong hewan (RPH). Pasalnya, dari ketiga PUD ini penghasilannya tidak signifikan. Terlebih Medan Zoo yang dikelola PUD Pembangunan, banyak hewan yang mati kelaparan. “Mending dikelola di bawah naungan dinas, agar ada anggaran mengelolanya,’ terangnya
Pada kesempatan itu, Muslim yang juga mantan pejabat di Pemko Medan tersebut menitip keluhan para pegawai P3K yang tidak kunjung diangkat, padahal Nomor Induk Kepegawaian (NIK) mereka sudah dikeluarkan BKN. “Ketentuan pemerintah, batas pelantikan P3K adalah bulan September, tapi itu bagi yang belum keluar NIK nya, calon P3 K Pemko Medan kan sudah keluar NIKnya, kenapa belum diangkat ‘, ungkapnya.
Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen didampingi Wakil Ketua Rajudin Sagala dan H Zulkarnain. Hadir juga Wali Kota Medan Rico Waas dan Sekda Wiriya Alrahman. Paripurna diskors sampai pekan depan dengan agenda, jawaban Wali Kota atas pemandangan umum fraksi-fraksi. (isvan)