Medan, POL | Wali Kota Medan diminta mengantisipasi gejolak globalisasi ekonomi seiring meningkatnya nilai tukar dolar yang berdampak buruk dan mempengaruhi perekonomian masyarakat.
Demikian dikatakan Ketua DPC Pemuda Demokrat Medan Osriel P Limbong di tengah perayaaan May Day, Jumat (1/5/2026), di Sekretariat DPC Jalan Kejaksaan Medan.
“Wali Kota Medan harus mampu mengantisipasi gejolak tersebut dan mempunyai solusi yang akan berdampak untuk mempengaruhi perekonomian masyarakat,” kata Osriel P Limbong.
Pernyataan itu disampaikan Osriel dalam rangka menyikapi peringatan hari buruh international yang jatuh pada Jumat, 1 Mei 2026.
Menurut dia, persoalan yang paling utama adalah bagaimana menyikapi sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat. Sebab melemahnya rupiah secara otomatis mempengaruhi perekonomian masyarakat
“Sangat mengkhawatirkan jika hal ini tidak dapat diantisipasi dalam mengawal perekonomian sesuai kebutuhan mayarakat,” beber Osriel.
Dia mengakui, sangat mengkhawatirkan tingkat pertumbuhan perekonomian dengan melemahnya nilai rupiah terangnya.
Untuk itu, sebut Osriel, sejalan dengan perkembangan dan pertumbuhan, pemerintah harus mewujudkan kepedulian terhadap masyarakat agar masyarakat tidak menjadi korban dari kepentingan politik dan perekonomian.
Hal ini seiring dengan peringatan hari buruh, yang menolak sistem penindasan di negara Indonesia serta memerdekakan rakyat dari mental perbudakan menjadi mental yang berdaulat di negeri sendiri.
“Harapan itu dapat setidaknya memperkecil tingkat perbudakan yang selama ini sudah menggurita, sehingga rakyat pribumi tidak menikmati arti kemerdekaan dalam sebuah konteks yang dihasilkan negara,” terang Osriel Limbong.
Apalagi, dari satu sisi, rezim berkuasa juga tidak mampu melepaskan jeratan yang membuat kemiskinan dan jurang pemisah yang kini mulai melebar di tengah-tengah masyarakat.
Untuk itu, Pemuda Demokrat Indonesia kota Medan dalam pernyataan sikapnya mengimbau, agar pemangku kepentingan dalam hal ini Wali Kota Medan dapat melahirkan suatu solusi baru sebagai jembatan guna mengantisipasi agar masyarakat tidak menjadi korban kezholiman rezim.
“Kita berharap adanya perubahan sistem dalam perekonomian rakyat sekaligus antisipasi terjadinya pergeseran dengan kenaikan dolar dan melemahnya rupiah. Sebab ini akan berdampak buruk dalam perekonomian masyarakat,” jelasnya. (Isvan)
