• Redaksi
  • Hubungi Kami
Kamis, 3 September 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Kota

Antisipasi Erupsi Sinabung, Sutarto Minta Efektifkan Sistem Peringatan Dini Terintergrasi dan Kesiapan Logistik Evakuasi

Editor: Editor
Rabu, 2 September 2026
Kanal: Kota

Editor:Editor

Rabu, 2 September 2026
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Medan, POL | Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara Sutarto meminta pemerintah melalui instansi terkait, baik BMKG, BPBD untuk melakukan upaya cepat dengan mengupayakan sistem peringatan dini terintergrasi kepada seluruh warga yang terdampak akibat erupsi Gunung Sinabung.

Diketahui berdasarkan rilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), adanya peningkatan status Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga), terhitung mulai Senin (31/8/2026) pukul 12.30 WIB.

Hasil pemantauan dari rekaman instrumental dan pengecekan kondisi di lapangan, abu vulkanik cenderung mengarah ke timur-tenggara atau menuju wilayah Kota Berastagi.

Kepada awak media Sutarto meminta early warning system atau sistem peringatan dini untuk meminimalisir korban.

“Saya meminta pemantauan, pengolahan data real-time, dan prosedur komunikasi darurat untuk mendeteksi aktivitas vulkanik serta menyampaikan tanda bahaya kepada masyarakat secara cepat dan akurat. Jangan ada tumpang tindih informasi mengenai letak zona bahaya, jalur erupsi, letak zona evakuasi dan sebagainya,” katanya di gedung dewan, Rabu (2/9/2026).

Menurut Sekretaris PDI Perjuangan Sumut itu, informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan pemerintah daerah harus tersampaikan secara cepat, konsisten, dan mudah dipahami masyarakat.

“Informasi itu memberikan sinyal cepat atau alarm sehingga warga mempunyai waktu lebih banyak untuk mengemas barang penting, bersiap, dan mengungsi ke tempat aman. Dengan adanya alarm atau sirine dari EWS melatih masyarakat untuk lebih peka dan tanggap darurat terhadap tanda-tanda alam akibat erupsi itu,” tambahnya.

Sutarto mengungkapkan perlu adanya kesiapan logistik dalam upaya mempersiapkan kebutuhan dasar para warga yang telah dipindahkan ke lokasi evakuasi.

“Ya, saya kira kita harus menyiapkan kebutuhan seperti air bersih, makanan, pakaian dan lainnya,” jelasnya.

Ia menambahkan pada area evakuasi, harus disiapkan layanan kesehatan, utamanya memantau penyebaran Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) akibat terpapar debu vulkanik.

“Kesiapan tim medis dan obat-obatan, kita minta Pemda Karo dan Pemprov agar menyediakannya standby 24 jam,” ucapnya.

Sutarto juga mengapresiasi langkah cepat TNI dan Polri dalam mendirikan posko-posko siaga di sekitar kawasan Gunung Sinabung.

“Kita melihat kesiapan TNI dan Polri dalam menyiapkan posko, peralatan, kendaraan, personel, jalur evakuasi, serta kebutuhan pendukung lainnya. Ini langkah yang patut kita apresiasi,” tambahnya.

Sutarto berharap erupsi gunung Sinabung tidak naik ke level awas, mengingat kawasan Sinabung merupakan salahsatu sentra pertanian dan sentra pariwisata yang termasuk Caldera Toba.

“Aktivitas ini bisa mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat, kita doakan agar erupsi besar seperti 2010 lalu tidak terjadi,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menginstruksikan percepatan evakuasi warga di wilayah yang masuk zona bahaya kawasan Sinabung.

Bobby menegaskan keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama, sekaligus meminta seluruh jajaran pemerintah daerah dan Forkopimda memastikan kebutuhan warga selama proses evakuasi terpenuhi.

Pemprov Sumut memprioritaskan evakuasi warga yang berada di radius zona merah erupsi. Salah satu lokasi yang telah dikosongkan adalah Desa Kuta Tengah, dengan 280 jiwa dari sekitar 600 penduduk telah dievakuasi ke Pos Pengungsian Suka Tepu.

Bobby menegaskan, Pemprov Sumut menjamin pemenuhan kebutuhan dasar seluruh warga terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan para pengungsi merasa nyaman sehingga tidak terdorong untuk kembali ke wilayah yang masih berbahaya.

“Tadi yang disiapkan, kita pastikan yang di sini fasilitasnya dulu, karena kita tidak ingin masyarakat yang ngungsi di sini merasa tidak nyaman terus tiba-tiba langsung kembali ke rumah. Ini yang kita pastikan, baik dari fasilitas tempat mereka tidur, air, toilet, dan juga makannya,” ucap Bobby Nasution. (Lukman)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: Erupsi SinabungKesiapan Logistik EvakuasiSistem Peringatan DiniSutarto
Berita sebelumnya

Dongkrak Ekonomi UMKM Medan, Gallery Mustika Deli Catat Omzet Hingga Rp.509 Juta

TERBARU

Antisipasi Erupsi Sinabung, Sutarto Minta Efektifkan Sistem Peringatan Dini Terintergrasi dan Kesiapan Logistik Evakuasi

Rabu, 2 September 2026

Dongkrak Ekonomi UMKM Medan, Gallery Mustika Deli Catat Omzet Hingga Rp.509 Juta

Rabu, 2 September 2026

Erupsi Gunung Sinabung, Bobby Nasution Pastikan Kebutuhan Pengungsi Terpenuhi

Rabu, 2 September 2026
perjuanganonline.com

  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd