Anggota DPRD-SU Anita Lubis: Peran Orang Tua Selamatkan Generasi Penerus

Medan, POL | Anggota DPRD Sumut Anita Lubis terus mendorong peran aktif para ibu menjadi benteng ketahanan dalam rumahtangga, guna mengantisipasi dan mencegah anak-anak mereka terlibat dalam permainan judi online (judol).

“Ibu itu benteng ketahanan rumahtangga, sehingga harus membentengi diri keluarga dan anak-anak mereka dari pengaruh negatif, termasuk judol,” kata Anita, di Medan, Senin (15/7/2024).

Anggota dewan dari Fraksi Demokrat Dapil Sumut 3 Deli Serdang itu merespon tingginya jumlah anak, khususnya di usia sekolah yang kecanduan judol, yang mereka lakukan dari telepon seluler (gadget).

Menyikapi hal itu, Anita Lubis prihatin dengan penyimpangan perilaku anak akibat judol, yang telah menganggu performa belajar dan pergaulan mereka.

“Kita sebagai ibu harus cepat tanggap dengan kondisi itu, yakni melakukan berbagai langkah, termasuk pengawasan, dan disiplin, mulai dari jam belajar hingga kapan mereka diberi kesempatan menggunakan gadget,” kata Anita.

Lemahnya pengawasan membuat anak-anak seakan diberi kebebasan untuk melakukan apa saja, meski saat jam belajar bahkan saat makan bersama orangtua mereka. “Kita lihat kini, saat kumpul lagi makan, terlihat mulai dari bapak, ibu dan anak-anaknya sibuk main ponsel, dan ironisnya seakan mereka nyantai-nyantai aja semua, ” katanya.

Berkaitan dengan disiplin, Anita mengaku sudah memberi contoh kepada anaknya untuk hanya bermain ponsel pada Sabtu dan Minggu saja. “Saya memberikan berbagai kegiatan, supaya mereka disibukkan dengan aktivitas sehari-hari, sehingga mereka lupa main ponsel,” katanya.

Begitu juga dengan pengawasan, Anita menyebut, tanggungjawab seorang ibu bukan hanya mendidik, tetapi juga mengingatkan anak-anak mereka untuk selektif bermain ponsel.

“Ada konten yang tidak boleh dimainkan anak, ini harus terus menerus kita ingatkan. Dan penting saya kira, ibu harus tahu persis apa yang dilakukan, termasuk tidak sembarangan bermain game di warnet,” imbuhnya.

Dengan bentuk pengawasan dan disiplin yang ketat, Anita yakin pengaruh judol bisa diminimalisir dan tidak menjerat masa depan anak akibat permainan terlarang itu.

“Dalam berbagai reses DPRD Sumut, saya selalu ingatkan para ibu bahwa ibu itu benteng rumahtangga, kalau benteng itu lemah, keluarga dan negara akan hancur. Kita terus dorong mereka untuk proaktif membentengi diri, dan keluarga serta anak dari pengaruh judol,” pungkasnya.

Namun Anita menyadari penanggulangan judol yang telah merasuki masyarakat termasuk anak-anak harus melibatkan semua pihak. “Semuanya, tidak hanya ibu, harus ada aturan yang ketat terkait penggunaan konten atau aplikasi berdasarkan usia, tidak bebas seperti sekarang ini,” sebutnya. (Lukman)

Berikan Komentar:
Exit mobile version