• Redaksi
  • Hubungi Kami
Selasa, 17 Februari 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Internasional

Wali Kota di Korea Selatan Mundur karena Kasus Pelecehan Seksual

Editor: Editor
Jumat, 24 April 2020
Kanal: Internasional

Editor:Editor

Jumat, 24 April 2020
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Seoul, POL | Walikota Busan, Korea Selatan mengundurkan diri dari jabatannya. Hal tersebut dia lakukan usai mengakui pelecehan seksual terhadap seorang anggota staf wanita.

Seperti dilansir dari AFP, Jumat (24/4/2020) Oh Keo-don adalah pemimpin Busan, pelabuhan selatan yang berpenduduk 3,5 juta orang. Kota terbesar kedua di Korsel itu menjadi tuan rumah festival film tahunan terbesar di Asia. Oh sendiri merupakan anggota partai Demokrat yang berhaluan kiri.

“Saya menyadari perilaku saya dapat dianggap sebagai pelecehan seksual yang seharusnya tidak saya lakukan,” kata Oh yang berusia 71 tahun itu.

Dia mengakui bahwa dirinya telah melakukan “kontak fisik yang tidak perlu” kepada bawahan wanita selama pertemuan, tanpa menjelaskannya lebih lanjut.

Oh adalah politisi Korea Selatan paling senior yang terperangkap dalam kasus #MeToo. Sebelumnya, mantan gubernur Chungcheong Selatan dihukum tahun lalu karena memperkosa ajudannya dan dijatuhi hukuman 3,5 tahun penjara.

Wanita itu melaporkan insiden tersebut pada April ke pusat konseling, yang kemudian meminta tanggapan dari Oh. Dia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia “takut” dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.

“Terlepas dari semua kekhawatiran saya, akal sehat berarti saya harus menuntut pengunduran dirinya,” katanya.

Masyarakat Korea Selatan tetap patriarkis meskipun dengan cepat menjadi pusat industri. Korban pelecehan seksual sering menghadapi tekanan untuk tetap diam karena takut dipermalukan di depan umum.

Namun, tanda-tanda perubahan muncul setelah ada gerakan #MeToo di Korsel — dipicu pada tahun 2018 oleh Seo Ji-hyun, seorang jaksa yang secara terbuka menuduh atasannya meraba-raba dia di pemakaman — yang kemudian mendorong banyak orang untuk berbagi cerita mereka. (POL/DC)

 

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: Wali Kota di Korea Selatan Mundur karena Kasus Pelecehan Seksual
Berita sebelumnya

Meski Musim Corona, Aksi Mesum Jalan Terus

Berita selanjutnya

Tenang Malem Tarigan Pendiri Politeknik MBP Medan Meninggal Status Positif Covid-19

TERBARU

Lantik 1.843 Wisudawan, Ini Pesan Rektor USU

Senin, 16 Februari 2026

Sapa Warga di Bantaran Sungai Babura, Rico Waas Tegaskan Komitmen Respons Cepat dan Tepat Sasaran

Minggu, 15 Februari 2026

Wakil Bupati H. Jamri Hadiri Wisuda Sarjana UNISLA Labuhanbatu Angkatan XIX Tahun 2026

Minggu, 15 Februari 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd