• Redaksi
  • Hubungi Kami
Selasa, 12 Mei 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Internasional

Kelompok Abu Sayyaf Diduga Dalang Ledakan Bom Gereja Katedral

Editor: Suganda
Minggu, 27 Januari 2019
Kanal: Internasional

Editor:Suganda

Minggu, 27 Januari 2019
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Jakarta, POL | Korban ledakan bom di gereja Katedral ‘Our Lady of Mount Carmel’ di Jolo, Sulu, pada Minggu pagi terus bertambah. Tercatat, sudah 21 orang tewas saat ledakan mengguncang hanya beberapa hari setelah Hukum Organik Bangsamoro (BOL) disahkan.

Direktur Jenderal Polisi Nasional Filipina (PNP) Oscar Albayalde mengkonfirmasi jumlah kematian yang lebih tinggi ini pada siang hari pada hari Minggu.

Albayalde mengatakan, berdasarkan pemantauan bersama oleh polisi dan militer, jumlah orang yang terluka juga meningkat menjadi 71 orang.

Dikutip dari Rappler.com, Polisi regional Daerah Otonomi Muslim Mindanao (ARMM) mengatakan, “Segera dievakuasi,” usai Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) dan PNP mengamankan lokasi terjadinya ledakan bom.

Kelompok Investigasi dan Deteksi Kriminal PNP (CIDG) sebelumnya mengatakan, dua alat peledak improvisasi (IED) digunakan untuk mengebom katedral. Menurut polisi regional ARMM, satu IED meledak di dalam katedral, dan satu lagi di pintu masuk.

Juru bicara PNP Inspektur Senior Bernard Banac mengatakan, ledakan kedua terjadi ketika personel AFP menanggapi ledakan pertama.

Arnel dela Vega, kepala Komando Mindanao Barat militer Filipina, mengatakan tersangka utama di balik pemboman itu masih kelompok teroris Abu Sayyaf. Dia mengatakan, bahwa ini didasarkan pada ancaman sebelumnya.

Gubernur ARMM, Mujiv Hataman, mengatakan, pemboman katedral Jolo kemungkinan adalah hasil kerja para teroris. Hataman mengatakan, Abu Sayyaf tampaknya satu-satunya kelompok yang mampu melakukan serangan semacam itu.

“Pada titik ini, kami tidak ingin membuat spekulasi, tetapi kami dapat yakin bahwa ini adalah 99% hasil kerja para teroris,” katanya.

Pemboman terjadi hampir seminggu setelah Komisi Pemilihan menganggap BOL telah diratifikasi.

BOL akan menghapus ARMM dan menggantinya dengan Daerah Otonomi Bangsamoro yang kuat di Muslim Mindanao, yang diharapkan dapat memperbaiki ketidakadilan historis yang dilakukan terhadap orang-orang Moro selama bertahun-tahun.(Rtr)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: Abu SayyafBom GerejaFilipina
Berita sebelumnya

Prabowo Akan Wajibkan Menterinya Teken Janji Tak Perkaya Diri Sendiri

Berita selanjutnya

Cerita Arsenius Tamba Selamat Usai Ditikam 8 Liang Hingga Bocor Hati

TERBARU

Dinas P3APMP2KB Medan Perkuat Ketahanan Keluarga, Dorong Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak

Selasa, 12 Mei 2026

Muspimran I Aisyiyah Padang Bulan, PC A Tanjung Sari, Forum Strategis Mengevaluasi Program dan Merumuskan Kebijakan Organisasi

Selasa, 12 Mei 2026

Koordinator PWPM dan Diskominfo Medan Pererat Kemitraan, Bahas Kompetensi Hingga Kesejahteraan Wartawan

Senin, 11 Mei 2026
perjuanganonline.com

  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd