• Redaksi
  • Hubungi Kami
Jumat, 13 Maret 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Hukum&Kriminal

Ratusan Warga Desa Marah Mobil Wakapolres Dibakar

Editor: Cosmos
Rabu, 1 Juli 2020
Kanal: Hukum&Kriminal

Editor:Cosmos

Rabu, 1 Juli 2020
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Madina, POL | Menyusul brengseknya penyaluran BLT di era pandemi covid-19, suasana mencekam tiba-tiba terjadi di jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, pada Senin (29/6/2020).

Ratusan warga melakukan protes atas dugaan ketidaktransparan pembagian bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa (DD). Warga meminta kepala desa mundur dari jabatannya.

Warga melakukan blokade jalan lintas Sumatera (Jalinsum) dengan membakar ban bekas, pada Senin (29/6/2020). Informasi yang berhasil didapat wartawan Senin malam, aksi protes warga diwarnai pelemparan batu dan berujung pepembakaran sejumlah kendaraan. Satu di antaranya merupakan mobil milik Wakapolres Madina.

Sedikitnya enam anggota polisi terluka. Mobil Wakapolres Mandailing Natal pun dibakar massa bersama dua kendaraan lainnya.

Kepala desa yang diduga memotong dana BLT sudah mengundurkan diri sesuai tuntutan warga. Berikut ini faktanya:
1. Dana Rp 600.000 jadi Rp 200.000)vet
“Kenapa bantuan yang seharusnya diberikan Rp 600.000 per kepala keluarga, namun yang didapat hanya Rp 200.000?” ujar Awaluddin, salah seorang warga saat orasi, Senin.

2. Kecewa tak ada respon, blokade jalan
Gara-gara pembagian BLT Covid-19 ratusan warga memblokade jalan dan berujung bentrok dengan petugas keamanan di Desa Mompang Julu . Kejadian itu menyebabkan sedikitnya enam polisi luka-luka dan tiga kendaraan hangus dibakar massa.

Kekecewaan warga bertambah setelah mencoba laporkan kasus tersebut namun tak ada respon.
“Apa yang sudah dilakukan kepala desa ini sudah melanggar hukum, dan hal ini sudah kami laporkan, namun belum ada juga respons dari pemerintah. Kami tidak mau lagi ditipu-tipu, kami minta kepala desa dicopot,” ujar Awaluddin dan disambut dukungan ratusan warga lainnya. Warga akhirnya memblokade jalan nasional agar keluhan mereka didengar.

3. Mobil Wakapolres dibakar
Hingga sore hari, aksi warga tetap berlangsung. Warga meminta Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution dan kepala desa yang datang menemui mereka. Hingga pukul 17.30 WIB, mediasi tidak menemukan titik terang. Kemarahan warga pun pecah dan bentrokan tak terhindarkan.

Massa membakar mobil Wakapolres Madina dan dua kendaraan, satu mobil dan sepeda motor. Dalam bentrokan tersebut, enam polisi juga turut terluka.

“Satu mobil dinas Pak Wakapolres Madina, satu mobil warga dan juga satu sepeda motor warga. Untuk kendaraan lainnya banyak yang rusak namun belum kita data,” ujar Kepala Urusan Humas Kepolisian Resor Madina Bripka Yogi saat dihubungi, Selasa (30/06/2020).

4. Kades dicopot
Ratusan warga memblokade jalan nasional yang menghubungkan antara Sumatera Utara dan Sumatera Barat di Desa Mompang Julu, Panyabungan Utara, Mandailing Natal, Senin 29/5/2020).

Aksi yang dipicu gara-gara BLT Covid-19 ini mengakibatkan bentrok antar kelompok warga dan aparat keamanan, dan dikabarkan sedikitnya dua unit mobil dibakar serta sejumlah polisi mengalami luka-luka
Dikhabarkan, situasi saat ini telah berhasil dikendalikan. Blokade jalan sudah dibuka. Sementara itu, kepala desa diketauhi sudah mengundurkan diri sesuai tuntutan warga.

Reaksi Gubernur Edy

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi angkat bicara soal kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Masyarakat mengamuk dan membakar dua unit kendaraan bermotor dan melempari aparat kepolisian dengan batu.

Dari informasi yang beredar, pemicu keributan ini dikarenakan, protes terhadap dugaan ketidak transparan pembagian bantuan langsung tunai (BLT) bersumber dari dana desa (DD).
Protes warga pun berlanjut hingga meminta pengunduran diri kepala desa. Alhasil, warga Desa Mompang Julu, memblokir jalan lintas Sumatera (Jalinsum) dengan membakar ban bekas. Edy Rahmayadi belum mengetahui secara pasti usul permasalahan yang terjadi kabupaten tersebut.

Menurutnya, ada perselisihan pendataan yang dilakukan oleh kepala desa terhadap bantuan tunai tersebut. “Ini masalah pastinya saya belum tahu ya, yang saya tau ini masalah BLT. Kepala desa ada perselisihan pendapatan dengan masyarakat,” kata dia, saat ditemui usai melaksanakan salat di Rumah Dinas, Jalan Sudirman, Kota Medan, Selasa (30/6/2020).

Akibat adanya perselisihan ini, dan penyaluran bantuan tunai tak kunjung, sehingga mengakibatkan masyarakat marah. Mantan Pangkostrad ini mengatakan, saat ini tim telah diberangkatkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap protes warga ini.

Nantinya, tim akan bekerja untuk mencari seperti apa permasalahan terkait BLT tersebut. “Tim sedang menuju kesana unntuk melakukan pengecekan,” ucapnya.

Personel Brimob Batalyon-C dan TNI Dikerahkan

Komandan Batalyon-C, Kompol Buala Zega mengatakan bahwa pihaknya melaksanakan BKO Polres Madina dalam rangka PAM Unras dari masyarakat Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Madina, wilayah hukum Polres Madina.

“Pagi tadi, rombongan Dir Samapta Kombes Pol Yus Nurjaman dan Dir Binmas Polda Sumut tiba di Mapolres Madina, untuk melihat langsung kondisi di lokasi,” ujarnya, Selasa (30/6/2020). Lanjutnya, untuk situasi arus lalulintas terpantau ramai lancar.

“Untuk warga di lokasi pemblokiran Jalan telah kembali ke rmh masing-masing. Karena tuntutan warga meminta kades mundur sudah terleasisasi. Namun masyarakat Desa Mampang masih berjaga-jaga mengantisipasi adanya penangkapan setelah kejadian aksi unjuk rasa anarkis.

Di mana warga mengancam jika terjadi penangkapan maka akan ada aksi anarkis kembali,” ungkapnya sembari menambahkan pihaknya masih stanby di Polres Madina.Terpisah Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, hingga saat ini situasi sudah kondusif.

“Begitu juga dengan arus lalulintas, subuh tadi sudah bisa dilalui. Untuk warga yang diamankan sejauh ini belum ada, masih dilakukan penyelidikan,” jelasnya.

Untuk dugaan BLT, lanjut Tatan pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan. “Terkait dugaan BLT akan diselidiki. Untuk anggota yang luka-luka, sebagian sudah kembali. Namun untuk pasukan masih stand by di mako Polres Madina,” pungkasnya.(tro)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Berita sebelumnya

Kapoldasu Bagikan 350 Paket Sembako di Tengah Laut

Berita selanjutnya

Kapoldasu Tabur 10 Ribu Bibit Ikan di Desa Air Hitam

TERBARU

Keren! Mahasiswa Unimed Ciptakan IQRO Elektronik

Jumat, 13 Maret 2026

Mahasiswa Unimed Pulihkan Mental Warga Terdampak Bencana Banjir

Jumat, 13 Maret 2026

DWP Unimed Bagikan 256 Paket Ramadan Untuk Tenaga Kebersihan

Jumat, 13 Maret 2026
perjuanganonline.com

  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd