• Redaksi
  • Hubungi Kami
Selasa, 17 Maret 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Hukum&Kriminal

33 Oknum TNI Diduga Serang Warga Deli Serdang Tewaskan 1 Orang

Editor: Suganda
Senin, 11 November 2024
Kanal: Hukum&Kriminal

Editor:Suganda

Senin, 11 November 2024
Warga saat aksi ke Armed 2/Kilap Sumagan. 

Warga saat aksi ke Armed 2/Kilap Sumagan. 

Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Deli Serdang, POL | Warga di Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Kodam I/BB menyebut ada 33 oknum personel TNI yang terlibat insiden penyerangan.

Penyerangan itu mengakibatkan satu orang warga bernama Raden Barus (60) tewas. 33 oknum TNI itu pun kini telah diperiksa di Pomdam I/BB atas ulahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (8/11) sekira pukul 23.00 WIB. Selain korban tewas, ada belasan orang lainnya yang mengalami luka-luka.

Rofikar Tarigan (18) menjadi salah satu korban penyerangan TNI itu. Saat peristiwa terjadi dia awalnya keluar rumah untuk membeli rokok.

Lalu, dia melihat segerombolan orang masuk ke perkampungan tersebut. Pada akhirnya, dia memutuskan untuk lari ke rumah neneknya yang berada di desa tersebut.

“Aku keluar dari rumah, mau beli rokok, nampak saya keramaian masuk ke kampung, saya lari ke rumah nenek,” kata Rofikar, Sabtu (9/11/2024).

Rofikar menyebut orang-orang tersebut mendobrak rumah neneknya dan menanyakan soal keadaan seseorang bernama Andre Ginting. Rofikar mengaku tidak mengenali orang yang dicari tersebut.

“Setelah itu, saya keluar. Setelah saya keluar, saya dipukuli terus menerus lalu saya dibawa ke asrama Armed,” jelasnya.

Penuturan Rofikar, dia sempat dipukuli oleh sekitar 50 orang menggunakan, senjata tajam, double stick, dan pistol. Rofikar mengaku mengalami kepala bocor, memar di punggung dan tangan bengkak.

“Kalau yang pukuli saya sekitar 50 orang ada, ada yang pakai sajam, double stick, macam-macam. Luka di kepala bocor, punggung saya penuh memar, sama di tangan bengkak dihantam pakai pistol,” sebutnya.

Dia tidak mengetahui pasti motif penyerangan itu. Rofikar juga mengaku tidak mengenali orang dicari para pria tersebut.

Seorang warga lainnya bernama Herna mengaku ada ratusan orang yang melakukan penyerangan itu. Sebagian dari mereka masih mengenakan seragam dinas TNI.

“Dibunuh tentara ini masyarakat kami, satu meninggal, ada luka-luka, kena klewang sama kena celurit. Dua trip orang itu datang, pertama ada 100 orang, dua kalinya lagi ada satu kompi. Dia pakaian dinas sebagian, makanya kami tahu,” kata Herna.

Herna juga tidak mengetahui pasti motif penyerangan itu. Dia menyebut mereka tidak memiliki masalah dengan Armed itu. “Kami nggak tahu masalahnya apa, nggak ada kami bermusuhan sama Armed ini,” jelasnya.

Herna mengatakan dia bersama warga lainnya telah mendatangi Armed 2/ Kilap Sumagan untuk menuntut soal peristiwa tersebut.

“Kami tuntut keadilan, kenapa dia membunuh, berarti dia tentara pembunuh, bukan pelindung,” jelasnya.

Kapendam I Bukit Barisan Kolonel Dody Yudha mengungkapkan ada sekitar 33 prajurit TNI yang terlibat dalam bentrok tersebut.

“Yang diduga oknum terkonfirmasi ada 33 orang,” ungkap Dody Minggu (10/11).

Dody menyebutkan oknum pelaku yang sudah terkonfirmasi sudah dilakukan pemeriksaan lanjutan. “Oknum pelaku yang sudah terkonfirmasi diduga terlibat sudah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Pomdam 1 Bukit Barisan,” ujarnya.

Mengenai motif penyerangan, dia belum mengetahui pasti. Saat ini hal tersebut tengah diselidiki. “Sekarang kita masih masa penyelidikan terjadinya perkelahian dengan masyarakat,” ungkapnya.

Pangdam I/BB, menurut Kolonel Dody, sudah melakukan mediasi dengan keluarga korban. Selain itu korban luka-luka juga telah dipindahkan dari RS Sembiring ke Rumkit Putri Hijau.

“Jadi sudah ada langkah-langkah yang dilakukan oleh kodam dari pihak Pangdam sudah melakukan mediasi pada pihak korban dan keluarga masyarakat di Makoyon Armed 2/KS. 8 orang korban masyarakat yang dirawat di RS Sembiring telah dievakuasi atau dipindahkan ke Rumkit Putri Hijau (RSPH) untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif,” kata Dody.

“Pangdam I/BB telah bertemu dengan keluarga korban baik korban yg meninggal maupun yg dirawat di Rumkit Putri Hijau (RSPH) Medan,” pungkasnya. (DT)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Berita sebelumnya

Camat, Lurah hingga Kades di Tapsel Diperiksa, Ini Kasusnya

Berita selanjutnya

Gereja di Tigalingga Dairi Terbakar, Ini Penampakannya

TERBARU

Hapus Stigma “Anak Tiri”, Rico Waas: Pemko Medan Tahun ini Fokus Pembangunan untuk Medan Utara

Selasa, 17 Maret 2026

Rico Waas Tutup Ramadhan Fair XX, Transaksi UMKM Capai Rp2,2 Miliar

Selasa, 17 Maret 2026
Acara penyambutan Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan. (ist)

Prof Dr Sumper Mulia Harahap Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan yang Baru

Selasa, 17 Maret 2026
perjuanganonline.com

  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd