• Redaksi
  • Hubungi Kami
Kamis, 30 April 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Wow! Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 7.039 Triliun

Editor: Suganda
Selasa, 17 Juni 2025
Kanal: Ekonomi

Editor:Suganda

Selasa, 17 Juni 2025
Bank Indonesia mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tembus US$431,5 miliar atau Rp7.039,4 triliun.

Bank Indonesia mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tembus US$431,5 miliar atau Rp7.039,4 triliun.

Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Jakarta, POL | Bank Indonesia mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tembus US$431,5 miliar atau Rp7.039,4 triliun (Kurs Rp16.314 per dolar AS) per April 2025 lalu.

Utang itu tumbuh 8,2 persen (yoy) lebih tinggi dibandingkan dengan Maret 2025 yang 6,4 persen.

BI menyebut utang itu berasal dari dua sumber. Pertama, pemerintah.

Posisi ULN pemerintah pada April 2025 sebesar US$208,8 miliar, atau tumbuh sebesar 10,4 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan 7,6 persen pada Maret 2025.

BI dalam keterangan resmi mereka di Jakarta pada Senin (16/6) ini menyebut kenaikan ULN pemerintah tersebut dipengaruhi oleh penarikan pinjaman.

Kenaikan juga dipicu peningkatan aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) domestik, seiring dengan kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang tinggi.

Berdasarkan sektor ekonomi, BI menyebut ULN pemerintah dimanfaatkan untuk mendukung sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (22,3 persen dari total ULN pemerintah); administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (18,7 persen); jasa pendidikan (16,4 persen); konstruksi (12 persen); serta transportasi dan pergudangan (8,7 persen).

Kedua ULN swasta. Catatan BI ULN swasta mencapai US$194,8 miliar, utang mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,6 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan kontraksi bulan sebelumnya sebesar 1,0 persen(yoy).

Meski tumbuh 8,2 persen, BI menyebut ULN Indonesia aman.

Pasalnya, sebagian besar ULN Indonesia berjangka panjang. Untuk ULN pemerintah saja misalnya, dominasi utang jangka panjang mencapai 99,9 persen dari semua utang.

Sementara untuk ULN swasta, utang jangka panjang mencapai 76,9 persen dari pangsa. (CNBC)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Berita sebelumnya

Saling Sindir di Lapo Tuak, Patrisius Sihombing Tusuk Udurman Simbolon

Berita selanjutnya

Paripurna DPRD Medan, Rico Waas Sampaikan Ranperda Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran

TERBARU

Rp158 Miliar Digelontorkan, Jalan Aek Nabara–Negeri Lama–Tj Sarang Mulai Diperbaiki Tahun Ini

Kamis, 30 April 2026

Rico Waas Bawa Pesan Kedamaian di Tengah Ribuan Jemaat Paskah Oikumene

Kamis, 30 April 2026

Dari PSEL hingga BRT, Rico Waas Optimis Dukungan Prananda Surya Paloh Di Pusat Dapat Percepat Proyek Strategis Nasional

Kamis, 30 April 2026
perjuanganonline.com

  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd