Jakarta, POL | Peringkat orang terkaya di Indonesia mengalami perubahan pada Juli 2026. Berdasarkan data Forbes Real-Time Billionaires per 17 Juli 2026, pengusaha batu bara Low Tuck Kwong berhasil merebut posisi teratas, menggeser pemilik Grup Djarum, Robert Budi Hartono.
Low Tuck Kwong kini tercatat memiliki kekayaan sebesar 16,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp262,4 triliun (kurs Rp16.200 per dolar AS). Nilai kekayaannya bertambah sekitar 144,4 juta dolar AS dalam pembaruan terbaru, sehingga menempatkannya di puncak daftar orang terkaya di Indonesia.
Dilansir dari CNN Indonesia, Senin (3/8/2026), Robert Budi Hartono turun ke posisi kedua dengan total kekayaan 15,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp254,3 triliun. Meski kekayaannya meningkat sekitar 530,6 juta dolar AS, nilainya masih berada di bawah Low Tuck Kwong.
Sementara itu, Prajogo Pangestu tetap bertahan di peringkat ketiga. Pemilik Barito Group tersebut memiliki kekayaan 15,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp249,5 triliun.
Secara umum, sektor pertambangan, perbankan, petrokimia, hingga pusat data masih menjadi sumber utama kekayaan para konglomerat Indonesia.
Berikut daftar 10 orang terkaya di Indonesia versi Forbes Real-Time Billionaires:
- Low Tuck Kwong – 16,2 miliar dolar AS (sekitar Rp262,4 triliun). Sumber kekayaan berasal dari pertambangan batu bara dan energi melalui Bayan Resources.
- Robert Budi Hartono – 15,7 miliar dolar AS (sekitar Rp254,3 triliun). Kekayaannya berasal dari sektor perbankan dan industri rokok melalui BCA serta Djarum Group.
- Prajogo Pangestu – 15,4 miliar dolar AS (sekitar Rp249,5 triliun), dengan bisnis utama di bidang petrokimia dan energi melalui Barito Group.
- Anthoni Salim – 10,3 miliar dolar AS (sekitar Rp166,9 triliun), yang bergerak di sektor pangan, ritel, telekomunikasi, dan infrastruktur melalui Salim Group.
- Sri Prakash Lohia – 8,5 miliar dolar AS (sekitar Rp137,7 triliun), dari bisnis petrokimia dan manufaktur melalui Indorama Group.
- Tahir dan keluarga – 8,3 miliar dolar AS (sekitar Rp134,5 triliun), dengan sumber kekayaan dari Mayapada Group.
- Otto Toto Sugiri – 7,7 miliar dolar AS (sekitar Rp124,7 triliun), yang berasal dari bisnis pusat data melalui DCI Indonesia.
- Marina Budiman – 5,5 miliar dolar AS (sekitar Rp89,1 triliun). Ia menjadi satu-satunya perempuan yang masuk dalam daftar 10 besar, dengan bisnis di sektor pusat data melalui DCI Indonesia.
- Lim Hariyanto Wijaya Sarwono – 4,3 miliar dolar AS (sekitar Rp69,7 triliun), dengan bisnis di sektor perkebunan kelapa sawit dan pertambangan nikel.
- Theodore Rachmat – 4,1 miliar dolar AS (sekitar Rp66,4 triliun), yang menutup daftar 10 besar orang terkaya Indonesia versi Forbes.
[berbagai sumber]
