8 Tahun Ramaikan Jagad Maya, Path Resmi Tutup!

Jakarta, perjuanganonline | Setelah memutuskan untuk memberhentikan layanannya pada 17 September silam, akhirnya setelah satu bulan berlalu, kini Path resmi tutup pada Kamis (18/10/2018).

Melansir blog resmi dari Path, Path telah mengumumkan bahwa layanannya telah berhenti dan pengguna tak bisa lagi back-up data. Path sendiri juga menyebut kalau pihaknya tak menyimpan copy data pengguna lagi.

Path sendiri telah mengumumkan kalau jejaring sosial dengan nuansa warna merah tersebut akan tutup pada bulan lalu, dan mendorong para pengguna untuk melakukan back-up data yang bisa direquest. Sejak memutuskan tutup, Path menutup akses untuk sign-up dan tak bisa lagi diunduh per 1 Oktober silam.

Perjalanan Satu Windu Path

Path lahir pada November 2010 dan dibesut oleh Shawn Fanning dan juga Dave Morin yang merupakan mantan petinggi Facebook. Di tahun awal semenjak Path hidup, jejaring sosial ini cukup meroket. Berdasar data dari Tech Crunch, di bulan Desember 2011, pengguna Path melonjak dari 30 ribu pengguna ke 300 ribu pengguna dalam waktu kurang dari satu bulan.

Awalnya, layanan Path berupa platform berbagi foto ke 50 orang teman. Hal ini menjadikan Path sebenarnya adalah jejaring sosial yang menjunjung privasi dan teman dekat. Namun seiring waktu, Path menaikkan angka pertemanan jadi 150 orang, lalu 500 orang, hingga tak terbatas. Hal ini membuat Path tak lagi jadi jejaring sosial yang mengakomodir teman dekat.

Di 2014, Bakrie Group dan deretan venture yang digandengnya merupakan salah satu penyuntik dana di Path dengan angka 25 juta Dollar. Indonesia sendiri memang merupakan negara dengan pengguna Path terbanyak, yakni 4 juta pengguna. Namun di 2015, Path sudah diakuisisi oleh Daum-Kakao, yang merupakan raksasa teknologi Korea Selatan.(P03/BBS)

Berikan Komentar:
Exit mobile version