Jakarta, POL | Institute for Development of Economics and Finance (Indef) membeberkan enam cara yang harus ditempuh pemerintah jika ingin terhindar dari jurang resesi akibat pandemi Covid-19. Hal itu dikatakan oleh Wakil Direktur Indef, Eko Listiyanto melalui webinar bertajuk Respons Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2020, Kamis (6/8).
Pertama, strategi selamatkan rakyat terlebih dahulu. Ini merupakan cara terbaik untuk bisa membuat ekonomi menjadi lebih baik. Terbukti negara-negara yang berhasil mengatasi atau mengendalikan pandemi seperti di Tiongkok dan Vietnam lebih cepat pulih ekonominya dari pada Indonesia saat ini.
“Bagaimana pun, pertumbuhan ekonomi akan dipengaruhi oleh kondisi masyarakat yang baik. Contohnya di Tiongkok dan Vietnam yang cepat proses recovery ekonominya,” tegas dia.
Kedua, peningkatan kapasitas testing PCR per hari dan penyiapan fasilitas kesehatan untuk merawat pasien Covid-19 (khususnya ruang isolasi dan ventilator) perlu di akselerasi. Diketahui, kapasitas testing PCR Indonesia tidak berbeda jauh dengan Malaysia yang penduduknya hanya seperdelapan. Sementara, ketimpangan kapasitas fasilitas kesehatan antar kota-desa dan Jawa-Luar Jawa cukup tinggi. “Ini perlu di kurangi dari sekarang,” imbuh dia.
Ketiga, pembaruan (update) data masyarakat miskin dan rentan serta distribusi bansos yang tepat sasaran menjadi syarat (necessary condition) dari pengendalian pandemi dan pemulihan ekonomi. Maka, pemerintah pusat diminta memperbaiki koordinasi terkait pembagian peran dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota supaya tidak terjadi tumpeng tindih pembagian bantuan sosial.
Keempat, Kedisiplinan masyarakat untuk memastikan protokol kesehatan. Cara ini merupakan salah satu kunci untuk membuat pemulihan ekonomi nasional bisa optimal. Namun, di sisi lain kedisiplinan dan kecepatan implementasi dan penyaluran stimulus pemerintah juga sangat diperlukan.
Kelima, melindungi sektor UMKM. Mengingat dari berbagai macam krisis yang pernah terjadi di Indonesia, sektor UMKM merupakan sektor yang adaptif dan menjadi pintu penyelamat dari berlanjutnya resesi.
“Jadi kalau kebijakan di sektor UMKM cepat dan tepat, kemungkinan besar resesi ekonomi yang terjadi saat ini bisa lebih cepat teratasi. Tentunya hal ini dengan tetap menjadikan prioritas penanganan pandemi sebagai fokus utamanya,” ujarnya.
Keenam, menjaga agregate demand dengan menjaga daya beli masyarakat. Program-program yang menstimulus permintaan, terutama rumah tangga petani, harus diusahakan oleh pemerintah seperti bantuan sosial dan padat karya. Dari sisi suplai, pasokan kebutuhan primer dan setidaknya tersier harus dijaga kuantitasnya dengan prinsip ketepatan harga dan tepat jumlah. Selain itu, menjaga kelancaran pasokan pangan harus menjadi prioritas utama.(Mer)
