Tarutung, POL | Ketua Yayasan Parade Guru Kabupaten Tapanuli Utara Martua Situmorang meminta kepada seluruh pihak khusus nya para politisi untuk tidak menambah kegelisahan. Masyarakat perlu di edukasi untuk mempunyai satu pemahaman yang benar bahwa COVID-19 adalah “musuh bersama”.
Sedangkan Camat Tarutung Reinhard Lumbantobing telah melakukan lobi kepada Kepala SMPN1 Tarutung dan Diknas Taput agar memberikan ruangan kelas untuk dijadikan sementara tempat isolasi mandiri bagi seluruh pendatang baik dari luar negeri maupun dari kota kota lainnya.
Martua dan Reinhard mengatakan hal diatas di kantor Camat Tatutung, Selasa (28/04/2020) kepada media ini berkaitan maraknya pandemi COVID-19 menyusul beredar nya informasi yang simpang siur serta belum adanya tempat isolasi bagi pendatang di Taput.
Martua membaca situasi kekinian yang terjadi Taput, seputar persoalan maraknya pandemi COVID -19 seperti nya ada ditumpangi muatan politis.
“Sungguh kurang baik dan tidak terpuji jika di saat masyarakat menderita sebagai dampak COVID-19 dicampur baur dengan masalah politik.Selaku politisi yang berpikiran membangun, agar menghentikan kegiatan yang bertendensi propokatif melainkan harus bersifat konstruktif (menbangun) “, ujar Martua yang juga politisi Partai Nasdem ini.
Mantan guru SMKN2 Pansur Napitu ini berharap kepada seluruh politisi yang ada di Taput, tidak hanya anggota DPRD yang duduk saat ini agar mengedukasi masyarakat tentang pemahaman bahwa COVID-19 adalah “musuh bersama”.
Perlu di ingat bahwa COVID-19 tidak mengenal politik dan tanpa memandang status sosial seseorang. Tolong hai para politisi berikan pemahaman yang benar kepada masyarakat. “Mari kita bantu pemerintah dan Gugus Tugas secara bersama memerangi musuh bersama demi kepentingan dan jeselamatan bersama”, ujar Martua optimis.
SMPN1 Tarutung
Semula Pemkab Taput dan Gugus Tugas COVID-19 sudah mencari tempat isolasi di Silakkitang dan Siarang arang bagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pengawasan (ODP) serta bagi pendatang,namun karena ada pihak yang keberatan akhirnya diurungkan.
Sebagai jalan keluarnya menurut Camat Tarutung Reinhard Lumbantobing, pihaknya telah memastikan gedung SMPN-1 Tarutung terdiri dari 11 ruangan untuk tempat isolasi.
“Selain gedung milik pemerintah, ruangan mencukupi, siswa nasih libur, sedikit jauh dari pemukiman warga, lapangan sekolah bisa dijadikan tempat berjemur matahari”, ujar Reinhard.
Baik Martua dan Reinhard mengimbau seluruh lapisan masyarakat, khusus nya bagi pasien dan keluarga yang terpapar COVID-19 agar berlaku jujur kepada petugas Posko, Gugus Tugas dan kepada pemerintah untuk melaporkan jika ada diantara keluarga yang bepergian dan datang dari daerah lain nya agar dengan kesadaran sendiri segera lapirkan kepada petugas.
“Jangan takut karena bicara soal COVID-19 bukan lah “aib”, namun jika di diamkan justru membahayakan”, kata Martua dan Reinhard sembari mengimbau semua lapisan agar patuhi peraturan pemerintah dan semoga COVID-19 secepat nya berlalu. (POL/BIN)







