UMKM Produksi dan Pasarkan Teh Moringga dan Madu Hutan Berkat Kemitraan dengan PT Inalum

Toba, POL | Sejumlah UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang menjadi mitra dan telah  mendapat kontribusi program CSR (Corporate Social Responsibility) dari PT Inalum telah berhasil mengembangkan usahanya.

Salah satu UMKM itu adalah unit usaha yang dimotori oleh Saulus Silaban di daerah Toba,Sumut.Saulus Silaban melalui unit usaha yang merupakan mitra binaan PT Inalum telah berhasil  memproduksi sekaligus memasarkan Teh Moringga.

Teh Moringga terbuat dari bahan baku yang serba alami dan memiliki kandungan yang berkhasiat bagi tubuh. Salah satu bahan bakunya adalah daun Kelor dengan nama Latin Moringga Oleifera.

Minuman seduhan Teh daun kelor (Moringga Oleifera) memiliki banyak kandungan yg bermanfaat dan menyehatkan tubuh manusia karena kaya akan unsur flaponoid sebagai antioksida dan anti inflamasi.Selain itu species ini juga banyak mengandung zat besi, kalsium, kalium , magnesium serta kaya Vitamin, Vitamin A, Vitamin B6  dan VitaminC. Namun sayangnya,manfaat teh daun kelor ini belum banyak diketahui oleh masyarakat pada umumnya.

Hal inilah yang memotivasi Saulus Silaban untuk memproduksi Teh Moringga agar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara lebih meluas.

Tidak tanggung-tanggung,dari usaha ini Saulus Silaban dapat maraih omset hingga 12 jutaan rupiah pada setiap bulannya Keberhasilan ini mampu diraihnya berkat keuletannya melalui berbagai tantangan serta proses panjang.

Saulus Silaban mengolah teh dengan cara herbalis sehingga Teh Moringga dapat didaulat sebagai  Teh Herbal pilihan bagi pecinta teh.

Selain memproduksi teh moringga unit usaha yang dimanejeri Silaban ini juga memproduksi bahan organik lain,semisal jamur tiram,stik kembang loyang jamur tiram dengan aneka rasa.

PT Inalum ( Persero)  sebagai pemilik program sekaligus  pendistribusian CSR merangkap sebagai pembeli dari UMKM Mitra Binaan yang selanjutnya digunakan sebagai suvenir perusahaan karena khasiatnya.

Satu lagi UMKM yang merupakan  unit usaha mitra binaan PT Inalum, MAUAS juga telah berhasil secara gemilang memproduksi Madu Hutan berlogo MAUAS. Kemampuan UMKM Mitra Binaan PT Inalum ini sangat mengesankan karena unit usaha mikro yang punya rakyat ini mampu bertahan di tengah Pandemi covid 19.

Madu Hutan Asli  berlogo MAUAS adalah produk UMKM milik Jerni Kartika di Narumonda 1 Kabupaten Toba,Sumut.

Dari hasil pemasaran madu hutan produknya, unit usaha  mitra binaan PT Inalum ( persero ) ini mampu menggapai omset yang terus  meningkat setiap bulannya.

Buktinya,walau di tengah pandemi permintaan malahan melonjak terus karena masyarakat secara luas mempercayai madu hutan asli dapat meningkatkan daya tahan (imun) tubuh.

Sejak pemerintah mengumumkan pandemi di Indonesia madu hutan asli  banyak di buru karena percaya akan hasiatnya.

Jerni mengungkapkan omset penjualan madu sangat meningkat pesat bahkan Jernih  bisa menjual hingga 80 kg madu per-bulan dengan hasil penjualan,dalam kisaran angka 50 jutaan rupiah.setelah New Normal omset menurun menjadi 40-50 kg dengan omset 10-25 juta rupiah perbulan.

“Kami sekeluarga memang pencinta madu mengkomsumsi sendiri dan menjualnya,” ujar Jerni kepada Tim Humas (Hubungan Masyarakat) PLTA PT Inalum ( Persero ) ketika Tim berkunjung ke lokasi usahanya.Jerni Kartika berusaha mengembangkan  usaha madunya  dengan bermitra dengan PT. Inalum ( Persero ).Sejak tahun  2019 dia berencana akan membuat Rumah produksi ternak lebah sendiri.

PT Inalum selaras dengan program CSR-nya  secara terus menerus mengupayakan pemberdayaan Mitra Binaan agar mampu bertahan dalam terpaan  pandemi Covid-19 yang melanda dunia dan khususnya Indonesia saat ini. (POL/Rusli E Sitorus)

 

Berikan Komentar:
Exit mobile version