Tindak Lanjuti Program Jokowi, Kementerian PUPR Utus Tim Konsultan ke Samosir

Samosir, POL | Sebagai tindak lanjut keseriusan Jokowi bangun kawasan Danau Toba, Kementerian PUPR utus tim konsultan ke Kabupaten Samosir guna membahas bersama Penyusunan Master Plan dan DED (Detail Engineering Design) KSPN Danau Toba Kabupaten Samosir di Rumah Dinas Bupati, Pangururan, Kamis (10/10/2019).

Ketua Tim Konsultan, Rully Harianto memaparkan secara detail mulai dari Konsep Pengembangan, Konsep Perancangan dan Program Perancangan 3 (tiga) lokus yang menjadi pengembangan destinasi wisata yaitu, Kawasan Wisata Panorama Tele, Water Front City Pangururan, dan Pantai Indah Situngkir.

Rully Harianto menjelaskan bahwa secara umum konsep pengembangan ketiga destinasi wisata mengusung tema; “Aek Natio; Air dan kehidupan”, yang dalam hematnya tradisi batak sangat menghargai keberadaan Aek Natio (Air yang jernih) sebagai awal kebaikan dalam kehidupan jasmani.

“Pemilihan kata Aek Natio ini juga sebagai sebuah gerakan dan edukasi untuk semua pelaku wisata agar sama-sama menjaga kebersihan air Danau Toba sebagai kunci kesuksesan pariwisata di Samosir,” katanya.

Lebih lanjut Rully Harianto menjelaskan, Konsep Pengembangan Kawasan Wisata Panorama Tele dijadikan sebagai titik awal Peziarahan “Tu Bona ni Pinasa” (asal muasal leluhur).

Karena dari tempat ini wisatawan dapat melihat secara lengkap Gunung, Danau dan Vegetasi (Pusuk Buhit, Danau Toba dan Hutan) sebagai awal dari sejarah bangso Batak.

Adapun beberapa revitalisasi dan pembangunan yang dilakukan untuk mendukung konsep pengembangan ini adalah Taman Parkir, Jembatan Pedestrian dan jaringan Pedestrian Skybridge.

“Serta membangun panorama kuliner baru, merevitalisasi Menara Pandang Tele sebagai Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba dan membangun Plaza Tarombo Batak sebagai asal usul masyarakat Batak,” lanjut Rully.

Untuk Water Front City Pangururan, Rully menjelaskan akan mengusung konsep Kota Pariwisata Kelas Dunia. Sebagai kota teras penerima wisatawan maka perencanaan desain harus diperkuat dengan identitas kota yang bertranformasi dalam Arsitektur Batak Modern sebagai simbol menyongsong peradaban batak di masa depan.

Ada beberapa segmen pembangunan yang akan dilakukan di Water Front City Pangururan ini, antara lain Taman Baca Putri Lopian, Taman Budaya dan Plaza Aek Natio, Dermaga Wisata, Pusat Kuliner, Jaringan Pedestrian, Amphitheater dan lain-lain.

Bupati Samosir, Rapidin Simbolon dalam penyampaian sekaligus menutup acara menjelaskan bahwa pengembangan KSPN Danau Toba di Kabupaten Samosir dibagi kedalam dua bagian besar, yaitu Kecamatan Simanindo dan Kecamatan Pangururan.

Di Kecamatan Simanindo ada beberapa penataan dan pengembangan yang saat ini juga sedang dikerjakan oleh konsultan lain, yaitu Pembangunan Water Front City Tomok, Penataan Huta Siallagan dan Kampung Ulos. Sedangkan untuk Kecamatan Pangururan adalah Water Front City Pangururan dan Pantai Indah Situngkir.

“Pembangunan Water Front City yang kita rencanakan ini harus sinkron dengan pelestarian kawasan Danau Toba, harus diikuti dengan penanaman pohon disekitarnya,” kata Rapidin.(POL/SBS).

 

Berikan Komentar:
Exit mobile version