Tarutung, POL | Tidak terasa waktu dua setengah jam berlalu, saat Tandika Sianturi dan Satika Simamora tampil menjadi “bintang lapangan” di acara live di cafe Bhinneka Tarutung, Selasa (27/07/2021).
Acara live di channel Youtube “Tandika & Eben Film” dan radio Bonafit FM Tarutung itu semakin larut diselingi lagu “Malum Ma” ciptaan Satika Simamora (isteri Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan). Lagu tersebut bermakna untuk menghibur jika ada orang yang sakit, susah dan hatinya gundah gulana. Ada juga lagu “Ikkon Rap Hita Nadua” yang dinyanyikan Satika bersama Tandika didampingi Eben Sianturi dan penyanyi Tasya Hutagalung menghibur sekitar 6 ribu lebih penonton. Jumlah tersebut masih sesaat berlangsungnya acara live, dan kini sudah mencapai 13 ribu pemirsa .
Hadirnya Tandika di Bhinneka Tarutung atas undangan Satika Simamora, Ketua TP PKK yang juga Ketua Dekranasda Tapanuli Utara. Sehari sebelumnya Bindu Hutagalung (Kordinator Harian Perjuangan Baru Tapanuli Raya) menganjurkan kepada Satika agar acara live dengan Tandika supaya digelar, dan ternyata langsung saja diresponi Bunda PAUD Taput tersebut.
Di acara live tersebut Satika berterus terang merasa kagum atas cerdasnya Tandika. Satika menasehati si “anak super” itu agar tetap menjaga kesehatan, jangan terlambat makan serta diingatkan jika suatu kelak menjadi orang berhasil jangan lupa membantu orang yang susah.
Atas rasa kepedulian sosial yang tinggi, Satika langsung memberikan kartu BPJS kepada orangtua Tandika bernama Andiha Sianturi dan Elly Frida Siahaan yang saat ini kurang sehat. “Dengan adanya kartu BPJS ini, maka kedua orang tua dan kalian anaknya sudah dapat berobat gratis”, ujar Satika sambil menyerahkan kartu BPJS tersebut ke tangan Tandika.
Kepada youtuber cilik yang bernasib baik itu, Satika juga menyerahkan jaket yang bermotifkan ulos Batak. Hadiah yang sama juga diberikan kepada Eben, Noni dan Mika (adek Tandika) yang bernilai Rp 5 juta lebih. Selain itu juga Tandika dihadiahi amplop yang berisikan sejumlah uang.
Cantik dan Mantap
Sebelumnya Tandika dengan hatinya yang jujur mengatakan bahwa Satika parasnya cantik dan suaranya mantap.Meskipun tanpa make-up, ibu benar-benar cantik. “Bagak do ibu Bupati Tapanuli Utara on nang pe dang mar make-up dohot suara na pe mantap” (Cantik paras wajah isteri Bupati Tapanuli Utara walaupun tanpa make-up dan suaranya mantap).
Atas pujian yang tulus itu, Satika balik bertanya apakah kata-kata itu ada yang mengajari atau dari kejujuran hati Tandika. Dan langsung saja dijawab Tandika, bahwa hal tersebut benar adanya dan saya jujur ibu, ujar Tandika.
Selain itu Tandika secara lantang mengucapkan kebanggaan menjadi seorang anak Tapanuli Utara . “Meskipun mengontrak rumah di Desa Parranginan Kabupaten Humbang Hasundutan, tapi saya bangga menjadi anak Tapanuli Utara”, ucap Tandika. Sedangkan orang tua dari Tandika berdomisili di Kecamatan Muara Tapanuli Utara.
Mendengar ucapan yang lugas dan cerdas itu membuat Satika dan penonton semakin terhibur . Dalam acara yang penuh familiar itu, Tandika juga menanyakan apakah Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan benar nantinya mencalonkan diri menjadi Gubernur? Dan Tandika juga mengucapkan kalau dia bercita cita menjadi seorang Gubernur.
Ternyata pujian dari Tandika tidak berlebihan. Ribuan pemirsa, selain menyatakan rasa applausnya atas kecerdasan Tandika, namun para pemirsa dari seluruh penjuru tanah air dan luar negeri memuji kecantikan Satika dengan suara yang mantap disertai penampilan sederhana namun menarik.
Ragam kata-kata pujian dari pemirsa yang ditujukan kepada Satika antara lain, “Ibu Bupati cantik dari luar dan dalam, Ibu Bupati cantik dan ramah, Sukses terus ya ibu Bupati,” dan ragam pujian lainnya.
Ketua Dekranasda Taput yang multi talenta itu juga memperkenalkan berbagai jenis produksi kerajinan para pengusaha UMKM binaan Dekranasda Taput. Seperti jaket, baju, topi, tas dan kaos, masker yang terbuat dari motif ulos. Produksi ini dikerjakan pengrajin UMKM dari Kecamatan Tarutung, Siatas Barita, Muara. Ada juga produksi tas yang terbuat dari rotan dikerjakan penyandang kaum disabilitas dari Sipoholon.
Produksi UMKM Taput lainnya ada “wine coffee Gogo” hasil fermentasi dari kopi, gula, ragi dan air. Ada keripik ubi, sirup terong Belanda dan nenas produksi dari Kecamatan Sipahutar.
Namun saat Satika menyuruh mencoba meminum wine -coffee, Tandika berulang-ulang mengatakan rasa pahit. “Paet alai tabo di aru-aru (Pahit tapi enak di kerongkongan)”, ujar Tandika dengan jujur namun membuat pemirsa semakin terbahak-bahak.
Para pemirsa begitu antusiasnya menyaksikan acara live Tandika -Satika dari awal hingga berakhirnya acara. Begitu banyak diantara pemirsa yang juga menanyakan harga berbagai produksi pengrajin UMKM binaan Dekranasda tersebut. Semua produksi itu dapat dibeli di kantor Dekranasda Taput atau di cafe Bhinneka lewat nomor HP 0811.6327.979
Seusai acara live, selanjutnya Satika menjamu Tandika dan rombongan dengan menikmati makanan menu steam di lantai dua cafe Bhinneka. Ada pula masakan Tomyam ala Thailand dan menu lainnya. Tandika juga melahap 2 potong ayam krispi.
Di sela-sela acara makan, abang Bupati Nikson Nababan yang berdomisili di Jakarta menghubungi Tandika lewat video call dan meminta nomor rekening Tandika. “Terimakasih tulang dan Tuhan memberkati”, ujar Tandika dengan wajah semakin bersuka cita. (POL/BIN)
