Tamatan SMP di Kecamatan Purba Simalungun Kurang Berminat Masuk SMAN1 Purba, Hanya 50 Persen Mendaftar.

Tigarunggu, POL | Jika didaerah lain di Indonesia masih banyak yang mengeluhkan atas tidak tertampungnya anaknya di sekolah SMA Negeri terdekat. Bahkan, Tidak jarang,para orang tua siswa berbondong-bondong ke instansi terkait menyampaikan keluh-kesahnya karena anaknya tidak tertampung di wilayah zonase pendaftarannya.

Namun, kejadian sebaliknya di Tigarunggu ibukota Kecamatan Purba, ada berdiri SMA Negeri,yakni SMA N 1 Purba. “Belakangan ini, saat sekolah tersebut dipimpin Drs Sabarma V Haloho terkesan SMA N 1 Purba beberapa tahun belakangan ini agak menurun kepamoran SMA N 1 Purba” ucap beberapa orang tua di Tigarunggu yang enggan disebut namanya.

Ketua komite sekolah tersebut,Saragih, belum lama  ini menjawab pertanyaan Perjuangan menyebutkan bahwa pihaknya terkesan tidak pernah diajak sang Kepala Sekolah  berkonsultasi mengenai sekolah tersebut.

Sementara sang orang tua siswa menyebutkan, kami sudah kurang berminat menyekolahkan anak ke SMA N 1 Purba, mengingat atas banyaknya pungutan uang yang membebani Siswa,seperti pungutan ke setiap siswa perbulannya sebanyak Rp 90 ribu. Bahkan ada lagi pungutan lainnya seperti uang Pramuka.

Di Kecamatan Purba,yang berzonase ke SMA N1 Purba ada tiga sekolah yang tamatannya tahun ini sekitar 700 orang. Dan tahun ini SMA N1 Purba daya tampungnya sejumlah 6 rombongan belajar (rombe) dengan jumlah 6 x 32 orang siswa baru yakni 216 siswa.

“Ironisnya yang dibutuhkan 216 orang siswa baru,namun yang mendaftar 138 orang,”  sebut dua orang pegawai di sekolah tersebut, Senin lalu (29/6/2020).

Dan saat ditanya perihal Kepsek,disebut tugas luar.

Sangat disayangkan, hampir hanya sekitar 50 persen saja siswa baru yang mendaftar ke sekolah Negeri ini. “Bukan seperti tahun-tahun sebelum pimpinan kepala sekolah yang sekarang,” kata  Damanik penduduk Tigarunggu.(POL/lsg)

 

Berikan Komentar:
Exit mobile version