Asahan, POL | Pihak Manajemen PTPN 3 Kebun Bandar Selamat telah melakukan rekrutmen tenaga kerja untuk mengisi posisi yang masih membutuhkan karyawan.Nantinya para pelamar yang lulus seleksi akan dipekerjakan dalam kategori PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu).
Keterangan itu disampaikan Manager PTPN 3 Kebun Bandar Selamat,Hendra Siswanto S.TP melalui Staf APK Kebun ,Medina Simatupang kepada PB di ruangan kerjanya, Kamis (14/10/2021).
Ditambahkan Medina, nantinya para lulusan seleksi rekrutmen ini akan bekerja dengan sistem PKWT dan dipekerjakan di afdeling yang membutuhkan tenaga pemanen.
Sebelum melakukan rekrutmen, lanjut Medina, pihak PTPN 3 Kebun Bandar Selamat telah melaksanakan sosialisasi lewat pengumuman yang disampaikan melalui para kades desa sekitar dan selanjutnya diteruskan kepada warga.
“Selain untuk terus membina silaturahmi dengan lingkungan masyarakat sekitar,rekrutmen tenaga kerja ini juga diarahkan untuk lebih mengutamakan warga yang berasal dari desa-desa sekitar kebun Bandar Selamat ini,”ujar Medina mengakhiri.
Rekrutmen PKWT PTPN 3 Kebun Bandar Selamat kali ini disebarkan melalui surat pengumuman No : KBDSL/X/2.79/2021 bertanggal 12 Oktober 2021.Para pelamar diharuskan memenuhi syarat yang diminta serta menyerahkan dokumen dan diberi “dead line” hingga Kamis, 14 Oktober 2021,Pukul 12.00 wib.
Terkait penerimaan terbatas tenaga kerja untuk PTPN 3 Kebun Bandar Selamat ini,sejumlah pemuka masyarakat menyambut baik kebijakan rekrutmen.
“Kami hanya berharap pihak PTPN 3 Kebun Bandar Selamat ini agar lebih peduli pada warga sekitar.Dalam arti para penduduk lokal harus diprioritaskan.Kami percaya kepada integritas pihak manajemen PTPN 3 Kebun Bandar Selamat yang tidak bakal mempan ‘dititipi’ oleh oknum-uknum yang hanya ‘menitipkan’ orang-orangnya dalam momen rekrutmen ini,” ujar Khairum Hanafi, salah seorang tokoh masyarakat di Aek Songsongan.
Menjadi paradoks pula,xKhairum melanjutkan, karena orang yang mereka titipkan ini biasanya tidak memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan oleh pihak yang melakukan rekruitmen. (POL/Rusli E Sitorus)
