Padangsidimpuan, POL | Keberatan warga Kelurahan Silandit/desa Aek Bayur dalam penanganan jenazah Covid 19 dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) kawasan itu ternyata mendapat dukungan dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Padangsidimpuan-Tapanuli Selatan.
“Dengan tegas kami dari PC PMII Padangsidimpuan – Tapanuli Selatan mendukung keberatan warga Kelurahan Silandit/Aek Bayur, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan dalam penanganan jenazah yang dinyatakan meninggal jareba virus corona dimakamkan di TPU Kelurahan Silandit/Aek Bayur. Alasannya adalah Suspek yang dilaksanakan tim gugus covid-19 Kota Padangsidimpuan diduga membahayakan warga di sekitar TPU Covid-19 Pemko Padangsidimpuan di Kelurahan Silandit/Aek Bayur,” kata Ketua PC PMII Padangsidimpuan – Tapanuli Selatan, Asrullah Ariga Siregar kepada awak media di Padangsidimpuan, Kamis (20/08/2020) malam.
Menurut Asrullah, dia baru saja menerima laporan bahwa pemakaman jenazah Covid-19 di Kota Padangsimpuan menimbulkan keresahan di sekitar TPU yang terletak di Kelurahan Silandit dan desa Aek Bayur. Kenyataan yang terjadi dalam suspek yang dilaksanakan tim gugus tugas covid-19 tidak memperhatikan keselamatan warga sekitar. Itu ditandai dengan alat pelindung diri (APD) diduga dari mayat Covid 19 yang berserakan di sekitar lokasi pemakaman.
“Kami dari PC PMII Padangsidimpuan-Tapsel menyambut baik aspirasi warga sekitar TPU yang menolak pemakaman jenazah Cocpvid 19 di TPU mereka. Dan secara tegas mendukung penolakan masyarakat atas pemakaman jenazah Covid-19 yang dilakukan Tim Gugus tugas Pemko Padangsidimpuan untuk berikutnya. Apalagi dalam lokasi TPU tersebut terdapat lembaga pendidikan, yakni sekolah dasar (SD) yang tentunya menjadi tempat melintasnya anak-anak yang berangkat dan pulang sekolah,” kata Asrullah.
Seperti diberitakan sejumlah media sebelumnya, warga Kelurahan Silandit/Aek Bayur dan yang tinggal di sekitar TPU mengungkapkan sikap keberatannya atas suspek yang dilaksanakan tim gugus covid-19 kota Padangsidimpuan. Seperti dijelaskan Sulaiman Lubis, salah seirang warga bahwa sebelumnya tidak ada pemberitahuan akan ada pemakaman jenazah Covid-19 di kawasan itu pada tiga kali pemakaman yang sudah terlaksana.
Asrullah berpendapat, keberatan warga masyarakat itu jelas merupakan aspirasi yang harus disikapi Pemko Padangsidimpuan dengan arif dan bijaksana. Sebaiknya, jika sudah ada keberatan masyarakat, itu harys dipenuhi, jangan ngotot tetap dengan keputusan yang bertentangan dengan aspirasi masyarakat itu.
“Solusinya, Pemko Padangsidimpuan diminta secepatnya mengambil langkah yang tepat. Jika warga Kelurahan Silandit/Aek Bayur sudah keberatan, pemko jangan paksakan pemakaman selanjutnya masih dilakukan di TPU Kelurahan Silandit/Aek Bayur dan sekitarnya,” kata Asrullah di akhir pernyataannya. (POL/NP.04).
