Pihak PT Agrinas Palma Nusantara Berkunjung ke Rumah Korban Penganiayaan dan Pembunuhan di Desa Sukarame Baru

Keluarga Tolak Pemberian Tali Asih

Labura,  POL | Pihak PT Agrinas Palma Nusantara Region I Wilayah Aceh-Sumut berkunjung ke rumah korban penganiayaan pembunuhan yang terjadi pada pertengahan Juni,  Selasa (16/6/2026) lalu.

Kedatangan petinggi PT Agrinas Palma Nusantara ini dihadiri langsung Kepala CIP Regional Officer (CRO) Wilayah 1 Aceh-Sumut Sukartono, Regional Head (HR) Mayjen TNI (Pur) Basuki, Kepala Kelembagaan Kolonel TNI (Pur) Ardiansyah Harahap.

Turut hadir Dandim 0209 LB Letkol (Kav.) Hanung Kaptiaji S.Sos. M.I.P, Kasdim 0209.LB Mayor (Inf) Sondang Hamonangan Tanjung, Wakapolres Labuhanbatu Kompol PS Simbolon SH Danramil 01 AK, Mayor TNI (Inf) K.Sinaga,Kapolsek Kualuh Hulu AKP Citra Yani SH, MH Camat Kualuh Hulu Maruli Tanjung SH, MH, Kepala Desa Sukarame Baru Zaeni pada Sabtu (20/6) sekira pukul 15.00 WIB

Kedatangan petinggi PT Agrinas Palma Nusantara dipicu kasus penganiayaan dan pembunuhan terhadap Alm Louis David Hutabarat (33) pada Selasa (16/6) yang sempat viral di media online dan media sosial di Dusun Lubuk Pinang Desa Sukarame Baru Kecamatan Kualuh Hulu Kab Labuhanbatu Utara.

Diketahui pelaku berinisial BD (53) (Mantan Anggota TNI AD) sebagai Pengawas Mandor PT Agrinas Palma Nusantara yang sudah ditetapkan tersangka oleh Polisi pada Kamis (18/6).

Dalam ucapan Bela Sungkawa Dandim 0209 LB menyampaikan turut berdukacita sedalamnya terhadap keluarga korban yang telah ditinggalkan Alm LDH. “Kita tidak akan menutup-nutupi berjalannya proses hukum kiranya keluarga agar tetap tabah dan kuat menghadapi peristiwa yang telah berlalu,” katan Dandim yang langsung didengar R.Nainggolan (mertua dari Alm LDH), isteri Alm, dan keluarga besar lainnya.

Kemudian Kepala CRO PT.Agrinas Palma Nusantara Wilayah I Aceh-Sumut Sukartono di dampingi pejabat lainnya juga turut menyampaikan Belasungkawa yang sangat mendalam kepada keluarga korban.

“Kami hadir bukan hanya sebagai pimpinan PT.Agrinas Palma Nusantara tetapi kami hadir sebagai manusia biasa sehingga kami sangat kecewa atas terjadinya peristiwa ini kami turut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya.Kami tidak menginginkan peristiwa ini terjadi dan kami dari management berkomitmen secara moral untuk mem pertanggungjawabkan serta ikut mengawal kasus pembunuhan ini secara terbuka dan transparan dan tidak ada maksud pihak PT Agrinas Palma Nusantara untuk menutup-nutupinya dimana proses hukum yang saat ini sedang berjalan. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya” ujar Kartono sembari pihak PT Agrinas Palma Nusantara menawarkan pemberian tali asih pertanda ikut serta berbela sungkawa.

Kemudian dari pihak Keluarga Alm LDH melalui R.Nainggolan mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas kedatangan pimpinan CRO PT Agrinas Palma Nusantara beserta rombongan dikediaman Alm LDH yang menyampaikan Turut belasungkawa.

Namun R.Nainggolan secara tegas menolak pemberian “Tali Asih” dari pihak PT Agrinas Palma Nusantara yang diajukan Sukartono, sebab R.Nainggolan menyampaikan dirinya masih merasa kecewa terhadap pimpinan PT Agrinas Palma Nusantara di saat pada pertemuan audensi difasilitasi Pemkab Labura yang dihadiri Sekdakab Labura, Kadis Pertanian dan Perkebunan serta pimpinan OPD lainnya, pimpinan PT Agrinas Palma Nusantara Wilayah I Aceh-Sumut dengan Pengurus dan anggota Koperasi Produsen Tani Sukarame Jaya Senin (15/6) di aula Ahmad Ridho Kantor Bupati Kab Labuhanbatu Utara.

Saat pertemuan itu pihak management PT Agrinas Palma Nusantara sangat keberatan adanya tudingan “konflik” antara pihak PT Agrinas Palma Nusantara dengan nasyarakat Desa Sukarame Baru, sehingga sempat beberapa anggota masyarakat yang hadir di ruangan aula kantor Bupati mengutarakan sudah beberapa kali terjadi konflik di lokasi perkebunan kelapa sawit yang dikelola PT Agrinas Palma Nusantara terhadap masyarakat. Seperti intimidasi, melaporkan ke polisi, pemukulan, penganiayaan, penyitaan kendaraan roda dua alat angkutan BTS yang digunakan petani sebanyak 5 unit, hingga saat ini masih berlangsung dan agar dicegah melalui perintah manager Kolonel Rizal Kani,

“Namun pihak PT Agrinas Palma Nusantara tidak mengindahkan permohonan saya (kami dari masyarakat) malah kami dituding sebagai pencuri BTS,” katanya.

Dan rapat Selasa (16/6) menantunya dianiaya dan dibunuh Budiono dan ikut serta Buana Delly terlibat sebagai Pengawas Mandor PT Agrinas Palma Nusantara.

“Seandainya usulan kami didengar pihak PT Agrinas Palma Nusantara saat itu mungkin anak kami tidak akan meninggal dunia secara tragis yang dilakukan mantan anggota TNI beserta terlibat anggota TNI aktif.Jadi kami tidak sanggup menerima tali asih dari pihak PT Agrinas Palma Nusantara,”;ujar R.Nainggolan.

Kemudian Kuasa Hukum korban Surya Dayan Pangaribuan SH menyampaikan terimakasih atas Kedatangan pimpinan dan pejabat PT Agrinas Palma Nusantara Wilayah I Aceh-Sumut, Dandim 0209 LB,Kasdim 0209 LB dan rombongan, Wakapolres Labuhanbatu dan rombongan,Camat Kualuh Hulu, Kapolsek Kualuh Hulu dan Kades Sukarame Baru sekaligus menyampaikan bahwa pihak keluarga tidak akan menerima tali asih karena masih fokus menghadapi proses hukum yang saat ini berjalan yang ditangani Polres Labuhanbatu dan Pomad Rantoprapat.(MS)

Berikan Komentar:
Exit mobile version