Simalungun, POL | Pengadaan Tandan kosong (Tankos) di Kebun Marihat ulu diduga dikuasai Manager Marihat ulu, padahal menurut informasi pengadaan barang untuk pembuatan kompos tanaman kelapa sawit ini harus dipihakketigakan.
Salah satu warga Nagori Marihat Ulu yang tidak mau disebutkan namanya Rabu (6/6/2024) mengatakan dia menduga atas keterlibatan orang nomor satu di kebun Marihat ulu ini yang bermarga Nasution untuk pengadaan tankos yang diletakkan pada piringan tanaman kelapa sawit yang berfungsi sebagai penutup tanah dan kompos.
“Kalau saya menduga ada keterlibatan Manager untuk pengadaan Tangkos yang setiap hari datang dari PKS yang dibawa truk bermuatan Lebih kurang 10 ton setiap hari yang diperuntukkan untuk tanaman muda yang luasnya ratusan hektar, padahal menurut informasi pengadaan tankos itu harus dipihak-ketigakan,” ujarnya.
Tapi ketika ditanya harga tankos Per ton yang diambil dari PKS, jawabnya,”Kalau masalah harga saya tidak tahu,” ujarnya.
Pantauan di lokasi tumpukan tandan kosong kelihatan baru dibongkar dari truk yang diletakkan di jalan panen, namun tidak ada yang bisa dikonfirmasi di tempat tersebut.
Untuk memastikan adanya dugaan keterlibatan Manager Kebun Marihat ulu pada pengadaan Tangkos ini, perjuangan online ini mencoba mengkonfirmasi ke kantor emplasmen, tapi sayangnya pihak security Sunarto mengatakan tidak ada orangnya. “Enggak ada yang bisa dijumpai di dalam kantor orangnya ke lapangan, besok pagilah datang,” ujarnya.
Sementara Ketua Dewan Pembina DPP LSM Fokus Mitra Indonesia AD.Silalahi yang ikut langsung melihat tumpukan tangkos itu mengatakan, kalaulah benar Manager Marihat Ulu ini sebagai Vendor pengadaan tangkos yang jumlahnya ratusan ton untuk kebutuhan ratusan hektar tanaman kelapa sawit sebagai pupuk kompos, sudah termasuk sebagai memperkaya diri sendiri mengambil hak orang lain, karena katanya pengadaan tankos itu dipihak-ketigakan kepada vendor, maka perlu diusut, ujarnya. (EVA)
