Luar Biasa Program Farianda Menjadikan PWI Sumut Lebih Berwibawa dan Bahagiakan Anggota

Bhineka Tunggal Ika Tercermin di Postur Pengurus Mendatang

Tarutung, POL | Farianda Putra Sinik bertekad untuk menjadikan PWI Cabang Sumatera Utara lebih berwibawa di mata masyarakat luas,para pejabat dan terkhusus untuk membahagiakan anggota.

Tekad tersebut disampaikan nya kepada pengurus dan anggota PWI Bona Pasogit di cafe “Bhineka” Tarutung-Tapanuli Utara, Rabu (14/07/2021) malam.

Farianda didampingi Syahrir, Anto Genk dan rombongan mengadakan pertemuan dengan pengurus PWI Bona Pasogit (Kabupaten Tapanili Utara,Toba,Samosir dan Humbang Hasundutan) seusai melakukan kegiatan road-show dari Tapanuli Selatan.

Kegiatan tersebut dilakukan Farianda dan Syahrir guna menyerap aspirasi anggota PWI guna diwujudnyatakan untuk masa mendatang jika ia terpilih menjadi Ketua PWI Cabang Sumut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Farianda pada Jumat (09/07/2021) telah mendaftarkan dirinya sebagai calon Ketua PWI Cabang Sumut untuk ikut “bertanding” di Konferda PWI Sumut yang direncanakan tanggal 29-31 Juli mendatang di Medan. Pada hari yang sama Syahrir turut mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Dewan Kehormatan Daerah PWI Sumut.

“Ini kunjungan kami yang ke 14 setelah tadi bertemu dengan rekan-rekan di Kota Padangsidimpuan, Labuhan Batu serta Padang Lawas, dan besok kami melanjutkan giat yang sama ke Tanah Karo”, ujar Farianda.

Putra dari tokoh pers Sumut H. Ibrahim Sinik tersebut menegaskan, jika dirinya kelak terpilih menjadi Ketua PWI Sumut banyak ‘PR’ yang akan dikerjakan.

Berbagai program akan dikerjakan antara lain mengembalikan organisasi PWI menjadi organisasi wartawan yang dihargai dan berwibawa di mata masyarakat dan pejabat. Demikian juga tentang kesejahteraan anggota ada yang “terhilang”. Tidak ada lagi Asuransi Kesehatan, begitu juga parcel pada setiap hari besar keagamaan.

“Jika saya terpilih, maka wibawa PW Sumut akan saya pilihkan. Parcel dipastikan akan disediakan setiap tahun. Juga Asuransi Kesehatan dengan santunan Rp20 juta jika ada anggota yang meninggal dunia. Bahkan untuk tahun pertama, Farianda bersedia menalangi uang nya Rp150 juta dan diberikan kepada anggota. Juga akan melakukan Family-Gathering setiap tahun. Program yang saya ucapkan ini akan saya lakukan guna membahagiakan anggota”, ujar Farianda yang disambut hangat pengurus dan anggota PWI Bona Pasogit.

Program lainnya yakni melaksanakan agenda pelatihan pendidikan guna menunjang sumber daya manusia, melakukan advokasi ataupun pembelaan kepada wartawan yang jadi korban kekerasan dengan membentuk Tim Khusus.

Farianda bertekad membuat PWI harus jadi “rumah besar” yang nyaman dan bisa mensejahterakan anggotanya dengan mencari sumber mata air. “Sudah ada 3 BUMN yang bersedia ber kontribusi membantu. Sekaitan hal tersebut, maka Koperasi PWI Sumut akan dihidupkan kembali”, kata Farianda.

Pemred dan pemilik media Medan Pos ini (bukan karyawan atau pekerja), Farianda mengakui keinginannya untuk maju menjadi calon Ketua PWI Sumut didorong kerinduannya melanjutkan perubahan, baik tata kelola organisasi serta menejemen yang rapi dengan membuat satu data base secara digital bagi anggota PWI Sumut. Disaat kartu anggota sudah mau berakhir, maka sebelumnya sudah ada pemberitahuan kepada anggota.

“Saya tidak mau melihat keburukan ataupun menjelek-jelekkan pengurus pada saat ini atau yang sebelumnya. Saya hanya ingin mengubah dan menaikkan marwah PWI Sumut menjadi organisasi yang disegani”, ujar Farianda.

Guna terwujudnya berbaga program tersebut, Farianda yang juga Ketua SPS (Serikat Perusahaan Pers) membutuhkan dukungan serta kepercayaan dari anggota saat digelarnya Konferda pada tanggal 29-30 Juli ini.

Bhinneka Tunggal Ika

“Saya siap memajukan dan mensejahterakan anggota PWI Sumut bila terpilih nantinya. Saya mau ikut bertarung dengan dukungan bang Syahrir mantan Ketua PWI Sumut yang dikenal dekat dengan wartawan daerah”, ujar Farianda dengan jujur mengakui bahwa diantara program yang diutarakannya sebahagian besar sudah dilakoni Syahrir saat menjabat Ketua PWI Sumut namun sangat disesalkan saat ini bagaikan terhilang.

Farianda yang sudah menjalani beberapa negara dan pernah sekolah di Amerika itu menambahkan bahwa rasa nasionalisme dan keberagaman harus dijunjung tinggi di negara kita. “Begitu juga dalam postur kepengurusan PWI Sumut mendatang, hal ini harus tercermin. Ketua (suku Minang), Ketua DKD (suku Jawa), Sekretaris (suku Batak), Bendahara (Melayu) dan dilengkapi unsur pengurus lainnya”, ujar Farianda dengan menyebutkan sesuai dengan nama cafe Bhinneka tempat pertemuan di Bona Pasogit ini .

Calon Ketua Dewan Kehormatan Daerah (DKD) PWI Sumut Syahrir menegaskan di tubuh Farianda mengalir darah wartawan dari trah Ibrahim Sinik.

“Kita tahu siapa Ibrahim Sinik salah satu tokoh pers Sumut bersama HM Said, Ani Idrus dan GM Panggabean. Farianda masih generasi kedua dan tentunya mengalami betul apa yang dialami wartawan. Makanya kita dorong beliau sebagai tokoh muda untuk mau berkorban membenahi PWI Sumut yang saat ini kehilangan wibawa”, ujarnya.

Anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) tersebut mengungkapkan telah membangun komunikasi dengan tokoh pers serta pemilik media sekaitan rencana Konferda PWI Sumut mendatang.

“Makanya saya ajak Farianda turun ke daerah, jangan hanya duduk di singgasana. Dan dia telah melihat langsung kondisi wartawan di daerah yang selama ini kurang mendapat perhatian. Saya bilang kalau menang tetap lakukan hal yang sama. Kami mohon dukungan teman-teman untuk mengembalikan kejayaan organisasi PWI”, ujar Syahrir optimis.

Ketua PWI Bona Pasogit Posma Simorangkir sangat merespon apa yang menjadi program Calon Ketua PWI Sumut setelah terpilih nantinya. “Kiranya aspirasi kami mengenai paket di hari besar keagamaan dilakukan seperti sediakala. Tidak hanya bagi wartawan Medan, termasuk bagi wartawan daerah. Ujian kenaikan status dilakukan tidak di akhir tahun mengingat kesibukan menyambut Natal”, ujar Posma.

Bindu Hutagalung menyarankan agar perayaan Natal hendaknya dilakukan secara rutin setiap tahun. Program Family-Gathering juga tidak kalah pentingnya untuk meningkatkan kebersamaan sesama anggota dan keluarga.

“Seluruh program yang diutarakan Farianda tidak muluk-muluk dan kelak diwujudnyatakan. Sungguh luar biasa program Farianda yang semuanya bermuara untuk membahagiakan anggota PWI Sumut”, ujar Bindu Hutagalung optimis karena Ketua DKD nya adalah Syahrir yang namanya cukup dikenal kalangan masyarakat luas baik dan kalangan pejabat. (POL/BIN)

Berikan Komentar:
Exit mobile version