• Redaksi
  • Hubungi Kami
Senin, 6 Juli 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Daerah

Kota Tebing Tinggi Geger! Ini Penyebabnya

Editor: Suganda
Sabtu, 2 Maret 2024
Kanal: Daerah

Editor:Suganda

Sabtu, 2 Maret 2024
Ilustrasi.

Ilustrasi.

Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Tebing Tinggi, POL | Seorang nenek bernama Asni (67) ditemukan tewas di atas tempat tidur dalam rumahnya di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara (Sumut). Penemuan korban itu sempat membuat geger warga.

Kasi Humas Polres Tebing Tinggi AKP Agus Arianto mengatakan korban ditemukan tewas di rumahnya di Jalan Darat, Kecamatan Padang Hilir, pagi tadi. Korban awalnya ditemukan oleh warga bernama Darma yang ingin membayar uang sewa rumah.

“Korban meninggal dunia di atas tempat tidur di dalam rumah miliknya,” kata Agus, Jumat (1/3/2024).

Agus mengatakan saat hendak mengantar uang sewa itu, warga tersebut memanggil-manggil korban, tetapi tidak ada jawaban. Merasa curiga, Darma lalu memanggil keluarga korban yang berada tidak jauh dari rumah tersebut.

Setelah keluarga korban datang, mereka pun mengintip melalui jendela dan menemukan korban sudah telentang di atas tempat tidurnya.

“Dari jendela, keluarga korban melihat korban sedang telentang di atas tempat tidur. Keluarga korban pun berinisiatif untuk mendobrak pintu depan rumah korban,” jelasnya.

Keluarga korban pun menghubungi pihak kepolisian. Tak lama, petugas datang dan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kemudian, pada saat petugas kepolisian hendak membawa korban ke RS Bhayangkara Tebing Tinggi untuk divisum, keluarga korban menolak. Mereka meyakini korban tewas karena penyakit diabetes akut yang dideritanya.

“Keluarga korban tidak mengizinkan. Menurut keluarga korban, kematian korban merupakan hal yang wajar sehubungan dengan penyakit kronis yang telah lama dideritanya dan keluarga sudah mengikhlaskannya. Keluarga korban juga bersedia untuk membuat surat pernyataan,” pungkasnya. (DT)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Berita sebelumnya

Harga Beras Bulog di Atas HET Ditemukan di Medan

Berita selanjutnya

Bikin Kacau! Puluhan Pemuda Bentrok di Multatuli Medan

TERBARU

Telkom Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan dengan Penguatan Prinsip Kepatuhan Regulasi dan Kapabilitas Pengambil Keputusan

Jumat, 3 Juli 2026

Menko AHY Resmi Tutup Rakernas XVIII APEKSI, Perkuat Sinergi Pusat-Daerah Bangun Kota Tangguh

Jumat, 3 Juli 2026

Analisis Media Sosial Jadi Kunci Tata Kelola Pemerintahan dan Kebijakan Publik, Mengemuka di Forum Komdigi APEKSI XVIII

Jumat, 3 Juli 2026
perjuanganonline.com

  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd