Kejati Sumut Diminta Usut Proyek SPAM IKK Tarutung Rp 52 M, Mutu Proyek Diragukan

Tampak penggalian kedua kalinya dilakukan pihak kontraktor di simpang 4 kota Tarutung.Pipa terlihat melengkung. Foto ini dijepret hari Selasa (04/07/2023). (IST)

Tarutung, POL | Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara diminta untuk segera mengusut dugaan penyimpangan dalam pengerjaan proyek air minum SPAM IKK Tarutung-Kabupaten Tapanuli Utara bernilai Rp 52 miliar lebih. Mutu proyek yang dikerjakan kontraktor PT.Monhas ini diragukan karena di beberapa titik terjadi dua kali pengorekan dan pemasangan pipa.

“Dari sejak awal dimulainya pengerjaan proyek tersebut hingga sampai sekarang diduga banyak penyimpangan yang berpotensi merugikan keuangan negara. Untuk itu diminta agar Kejasaaan Tinggi Sumut segera turun ke lokasi proyek di Tarutung”, ujar Ketua LSM Indonesia Corruption Care (ICC) Sumut Barber Lumbantobing, Rabu (05/07/2023).

Menurut Barber, kehadiran proyek tersebut sangat vital untuk membutuhi penggunaan air bersih di tiga Kecamatan yakni Kecamatan Tarutung, Kecamatan Sipoholon dan Kecamatan Siatas Barita. Warga penduduk di tiga Kecamatan tersebut sangat mengeluh akan air bersih untuk kebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK). Jadi kita sambut baik. Namun mengamati pekerjaan pihak kontraktor, warga pesimis untuk menikmati air minum dengan lancar sebagaimana diharapkan masyarakat.

Barber menambahkan, dari cara menggali dan memasang pipa di sepanjang jalan dari Sipoholon hingga Kota Tarutung kurang baik,termasuk kedalamannya diragukan. “Kita belum buka tentang mutu pipa dan material lain nya”, ujar Barber.

Ada beberapa titik yang mendapat perhatian masyarakat. Termasuk di simpang empat kota Tarutung berdekatan dengan menara lonceng. Terjadi dua kali penggalian pipa. “Ada apa ini. Jangan-jangan pemasangan pipanya yang tidak pas atau ada hal-hal lain yang patut dicurigai” , kata Barber.

Tingkat kedalaman pemasangan pipa diragukan. Seperti terlihat di sepanjang jalan SM Raja Tarutung. (IST)

Apa yang dikatakan Barber diakui warga setempat. Septina Siregar, yang rumahnya tepat di depan lokasi pemasangan pipa air minum tersebut. “Ini sudah dua kali dikorek. Kita kurang mengetahui kenapa bisa terjadi seperti itu. Terdengar info ada gorong-gorong sehingga sebelumnya pipa dibengkokkan. Apa benar seperti itu, kurang diketahui secara pasti”, ujar Septina saat diwawancarai media ini, Rabu (05/07/2023).

Tidak Bersedia

Saat dikonfirmasi tentang adanya keraguan masyarakat terhadap mutu proyek bernilai Rp 52 miliar lebih itu, Monang Hasibuan pemilik PT Monhas tersebut tidak bersedia dikonfirmasi.

Dua kali media ini mencoba mengkonfirmasi Monang Hasibuan. Pertama dikonfirmasi pada tanggal 27 Juni 2023 dan kedua hari Selasa (04/07/2023). “Silakan saja menghubungi staf saya di situ. Tidak harus dengan saya. Saya mau sarapan”, ujarnya sambil mematikan hp nya.

Demikian halnya PPK Air Minum PPPW III Sumut Hiskia Pasaribu saat dikonfirmasi Rabu (05/07/2023) juga tidak bersedia hingga berita ini disiarkan. (POL/BIN)

Berikan Komentar:
Exit mobile version