Samosir, POL | Mulai Jumat, 2 Oktober lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir, mulai melakukan swab test massal di Puskesmas Buhit, Pangururan. Pemeriksaan swab secara massal akan dilakukan beberapa hari untuk 300 orang pertama di Kabupaten Samosir.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Samosir, dr Nimpan Karo-karo, kepada wartawan, Sabtu (3/10/2020) di Pangururan.
Nimpan mengatakan, swab test massal tersebut menyasar orang tanpa gejala (OTG) dan orang dalam pemantauan (ODP) dan orang yang secara sukarela mau di tes swab, ujar Karo-karo.
“Untuk pertama kali swab test akan dilakukan terlebih dahulu di Puskesmas Buhit, kemudian Sianjur Mula-mula dan secara bergilir di tiap Puskesmas di Samosir, ujar Nimpan kepada wartawan.
Karo-karo menyebut, swab test massal dilakukan untuk mempercepat penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Samosir. Tes tersebut dilakukan secara bertahap kepada ODP, dan bagi orang yang ingin secara sukarela dilakukan swab.
Sementara itu, juru bicara GTPP Covid-19 Samosir, Rohani Bakkara menambahkan bahwa swab test massal ini sesungguhnya perlu untuk memetakan persebaran infeksi Covid-19 di Sumatera secara umum dan di Kabupaten Samosir secara khusus.
GTPP Covid-19 Samosir berharap ketersediaan swab test dalam jumlah banyak dapat diadakan di Kabupaten Samosir. Namun demikian, keterbatasan anggaran tidak memungkinkan untuk menyediakan hal tersebut.
Secara berjenjang, Provinsi Sumatera Utara telah masuk ke daftar prioritas penerima Swab Test secara nasional dikarenakan telah masuk ke dalam daerah yang tinggi kasus infeksi Covid-19 secara nasional.
“Dengan swab test massal ini diharapkan kepastian peta persebaran di setiap kabupaten/kota dapat digambarkan dan dilanjutkan antisipasi dengan tracing, tracking, dan treatment sekaligus dengan mitigasi yang bersegera disiapkan mengantisipasi keadaan lapangan,” kata Kadis Kominfo Samosir itu.
Ditambahkannya, pada dasarnya, yang perlu diantisipasi adalah orang asymptomatic yang menjadi carrier yang menginfeksi orang-orang yang berinteraksi dengannya tanpa mengindahkan protokol kesehatan.
Orang rentan dengan imunitas rendah perlu diproteksi karena jika terinfeksi, harga yang harus dibayar cukup mahal. Oleh karena itu, kata Rohani, disiplin 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, dan menjaga jarak interaksi perlu ditekankan bagi seluruh masyarakat Samosir.
“Mari kita tekankan secara intensif kepada seluruh anggota keluarga untuk menghidupi protokol kesehatan sebagai kebutuhan bukan sebagai beban. Kita tetap berpegang pada prinsip bahwa kita dapat melawan Covid-19, infeksi Covid-19 dapat sembuh,” pungkasnya. (POL/SBS).
Berikan Komentar:
