Jalan Kabupaten di Sitinjak-Siuhom Kesankan Warga Seperti Tidak Punya Pemerintah

Tapanuli Selatan, POL | Kondisi rusak berat dan kupak-kapik, jalan kabupaten jurusan Sitinjak, ibukota Kecamatan Angkola Barat dengan Desa Siuhom, kecamatan yang sama, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) telah memberi kesan betapa warga Siuhom dan sekitarnya seperti tidak punya pemerintah.

Keterangan yang dihimpun POL hingga Kamis (26/11/2020) mengatakan, jarak tempuh antara Kelurahan Pasar Sitinjak dengan desa Siuhom hanya enam kilometer, itupun melewati beberapa pemukiman warga terdiri dari dusun Paten, dusun Pilar dan dusun Tangga Batu.

“Kondisi jalannya mendaki, turunan disertai batu-batu yang berserakan sampai kondisi berlobang sehingga saat hujan mengguyur tanpa diketahui pengguna jalan (kenderaan roda empat) tidak jarang menjebak dan berakhir terperosok ke lobang jalan berlumpur,” ujar warga saat memberikan keterangan.

Mereka para penduduk heran, hingga kemerdekaan negeri Republik Indonesia (RI) sudah berusia 75 tahun, ternyata sekarang ini masih ada jalan kabupaten di Tapsel yang seperti tidak pernah tersentuh gerakan pembangunan. Itu membuat keterisoliran yang praktis menyulitkan hidup warga.

“Kami berada di daerah kabupaten Tapsel, tetapi kami merasakan pemerintah Tapsel tidak ada manfaatnya bagi kami. Bayar pajak, kami taat bayar retribusi di Pasar Sitinjak juga kami taat, tetapi apa manfaat pajak dan retribusi kami itu, tidak ada sama sekali,” ujar warga Siuhom saat bertemu di Pasar Sitinjak, Rabu (25/11/2020) petang.

Dikatakan, mereka tidak tahu apa prestasi pemerintah Tapsel setidaknya kurun waktu 10 tahun terakhir. Pasalnya, mereka tetap saja tinggal di kawasan terisolir tanpa adanya perhatian nyata dan serius dari pemerintah kabupaten Tapsel.

Ketika menanggapi adanya perasaan warga desa Siuhom dan sekitarnya mereka seperti tidak punya pemerintah karena kondisi rusak parahnya jalan kabupaten menuju pemukiman mereka, Koordinator Gerakan Indonesia Bersatu (GIB) Tabagsel, Drs. Aliuddin Harahap melalui sambungan telephon kepada POL, Kamis (26/11/2020) justru mempertanyakan ke mana pemerintah kabupaten Tapsel sehingga tidak melihat ada kawasan terisolir di daerahnya.

“Jika di kecamatan Marancar, ruas-ruas jalan kabupatennya sudah aspal hotmix, demikian juga sebagian di kecamatan Saipar Dolok Hole dan kecamatan Tantom Angkola, tetapi hanya sepanjang enam kilometer jurusan Sitinjak – Siuhom hampir tidak disentuh aspal lapen sekalipun, apalagi hotmix, itu namanya ketidakadilan dan kedzaliman,” kata Aliuddin prihatin.

Camat Angkola Barat, Taufik Siregar yang dikonfirmasi POL, melalui chatting aplikasi WhatsApp (WA) yang dikirim Kamis (26/11/2020) siang, hingga berita ini dikirim Jum’at (27/11/2020) menjelang siang tidak mengirim jawabannya. Tidak diketahui secara pasti faktor yang menyebabkan Taufik tidak memberikan jawabannya. (POL/NP.04)

 

 

Berikan Komentar:
Exit mobile version