Asahan, POL | Bencana tanah longsor telah terjadi pada sekira pukul 23.30 Wib, Rabu malam (12/12/2018). Musibah bukit longsor ini telah menimbun tiga rumah warga di Desa Halado Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba Samosir.
Informasi yang berhasil diperoleh menyebutkan 11 orang yang sedang tertidur dalam rumah tersebut ikut tertimbun material longsoran. Dua orang dinyatakan selamat, dua orang meninggal dunia, sementara tujuh korban lainnya masih dalam pencarian.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan evakuasi dan pencarian korban longsor.
“Situasi ini sudah kita laporkan ke bupati, agar upaya pencarian dan evakuasi cepat dan tanggap. Hanya saja sedikit terkendala, karena kondisi alam yang terjal dan longsor (susulan) masih terjadi hingga pagi hari ini,” kata Kepala Desa Halado,Jonny Marpaung kepada awak media, Kamis (13/12/2018).
Diuraikan Marpaung, peristiwa itu terjadi pada Rabu tengah malam, jelang Kamis dini hari tadi sekira pukul 23.00 WIB. Ada 2 korban yang ditemukan telah meninggal dunia, yakni Rosdiana Br Nainggolan (35) dan Nia Marpaung (14).Saat ini jasad keduanya telah disemayamkan sementara di klinik PT Inalum,di Paritohan.
Dua warga lainnya, Jelly Marpaung (12) dan Alpen Marpaung (5) ditemukan selamat. Keduanya mengalami luka patah tulang dan kini sedang dirawat di Klinik PT Inalum.
“Tapi, ada juga sejumlah warga yang belum ditemukan.Kabarnya mereka kita ikut jadi korban tertimbun,” ujar Jonny Marpaung.
Dikabarkan, pasca kejadian longsor tersebut, saat ini akses jalan dari Kabupaten Tobasa menuju Kabupaten Asahan terputus dan tidak bisa dilalui.Sampai saat ini petugas masih menggunakan alat berat membersihkan material longsor.
Nikson Marpaung, salah seorang tokoh pemuda Halado di Kecamatan Pintu Pohan Meranti yang dimintai keterangan mengatakan, hingga saat ini akses jalan belum bisa dilintasi.
“Kami masih bekerja keras untuk membantu evakuasi para korban.Malang,salah seroang kerabat kita ada juga yang korban musibah longsor ini”, kata Nikson.
Ditambahkannya, seorang operator alat berat PT Inalum dilaporkan sempat tertimbun longsor saat mengangkat material longsor. Beruntung, sang operator masih berhasil diselamatkan. Operator tersebut kemudian dilarikan ke puskesmas terdekat guna menjalani perawatan.
Nama-nama para korban yang masih dalam pencarian adalah Jones Tambunan (45), Nur Cahaya br Marpaung (40), Bantu Tambunan (70), Ahmadi Tambunan (23), Serly br Tambunan (19), Ambrin Tambunan (13) dan Kasmer Marpaung (39).
Semua korban merupakan warga Desa Halado,Kecamatan Pintu Pohan Meranti,Kabupaten Tobasa.(RES)
