Drainase Ambrol Diduga Akibat Bahan Material Ditumpuk di Jalan

Asahan, POL | Akibat bahan material pasir dan batu krikil ditumpuk di badan jalan akses kendaraan di ruas jalan Dusun IX Titi Payung Desa Piasa Ulu, Kecamatan Tinggi Raja, Kabupeten Asahan sulit dilalui, dan berdampak bangunan drainase ambrol dilintasi truk bermuatan berat.

Pantauan awak media di lapangan, Selasa (5/1/2021) terdapat dua titik drainase yang ambrol sepanjang lebih kurang dua meter dan tiga meter, dan terdapat lebih kurang 5 meter dranase nyaris ambruk diduga akibat dilindas truk yang melintasi jalan tersebut. Bila hal ini tidak segera diatasi, kerusakan drainase akan semangkin parah dan dapat mengakibatkan kerugian bagi Negara.

Sementara itu menurut keterangan beberapa warga setempat mengatakan pasir dan batu kerikil tersebut diperkirakan sudah sepekan ditumpuk dibadan jalan Dusun IX Titi Payung Desa Piasa Ulu tanpa pengerjaan. Informasi diperoleh bahan material tersebut akan digunakan untuk semenisasi jalan penghubung Dusun IX  dengan Dusun VI Desa Piasa Ulu yang bersumber dananya dari dana desa tahun 2020, tapi baru akan dikerjakan pada bulan Januari 2021.

“Kalau bangunan rabat beton itu bersumber dari dana desa tahun 2020, seharusnya akhir tahun sudah selesai dikerjakan,“ kata salah seorang warga Desa Piasa Ulu.

Lagi pula, kata warga yang tidak ingin disebutkan namanya itu, masyarakat tidak mengetahui pembangunan rabat beton itu, karena tidak mengetahui adanya papan proyek yang dipasang, berapa panjang dan lebar serta biaya yang dianggarkan.

Sementara itu Kepala Desa Piasa Ulu, Imam Agustinus yang dikonfirmasi melalui hand phone mengatakan memang benar material ditumpuk di pinggir jalan akan digunakan untuk pembangunan jalan rabat beton menghubungkan Dusun IX dengan Dusun VI Desa Piasa Ulu yang bersumber dananya dari dana desa tahun 2020.

Namun dikatakan proyek tersebut belum dapat dikerjakan akibat kendala banjir dan curah hujan yang tinggi, sehingga pengerjaannya akan dilaksanakan pada bulan Januari 2021.

“Kita sudah laporkan pembangunan rabat beton di Dusun IX desa Piasa Ulu terkendala pengerjaannya berhubung situasi banjir dan curah hujan tinggi serta akses jalan membawa material sulit untuk dilalui,“ kata Imam, Selasa (5/1/2021).

Menurut Imam drainase yang rusak bukan mutlak kesalahan pekerja, tetapi juga akibat dilanggar truk pengangkut sawit yang melintas di jalan tersebut. Namun demikian Kades akan memperbaiki drainse yang rusak setelah rabat beton selesai dikerjakan dengan menggunakan dana swadaya.

Imam juga mengatakan di Desa Piasa Ulu suhu politiknya tidak sehat, karena apa yang telah dibuat baik masih disalahkan, seperti permasalahan ini sampai ke media.

“Seharusnya kalau masyarakat ada keberatan, tegur Kades dimana letak kesalahannya, tapi tidak apa saya bisa memberikan klarifikasi “ ucap Imam.

Sebelum mengakhiri konfirmasi Iman menjelaskan bahwa rabat beton yang akan dibangun di Dusun IX Desa Piasa Ulu sepanjang 215 meter dengan lebar 4 meter.

“Kalau biayanya saya lupa, tapi diperkirakan sekitar Rp200 juta lebih,” tandas Imam. (POL/PAI)

Berikan Komentar:
Exit mobile version