Ditemukan Kasus DBD di Pulau Rakyat, Diskes Asahan Fogging 70 Rumah

Asahan, POL | Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Asahan, Sabtu (2/2/2019) melakukan fogging di dua desa di Kecamatan Pulau Rakyat, yang ditemukan kasus wabah demam berdarah dengue (DBD).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan melalui Kabid P2P Syahruddin mengatakan, fogging dilaksanakan sehubungan adanya wabah DBD yang melanda Desa Pulau Rakyat Tua dan Desa Pulau Rakyat Pekan, Kecamatan Pulau Rakyat pada Januari 2019. Fogging tersebut tujuannya untuk membunuh nyamuk aedes aegypti dewasa.

“ Kami melakukan fogging karena mendapat laporan bahwa ada 2 orang warga di Kecamatan Pulau Rakyat terkena DBD” kata Syahruddin.

Menurut Syahruddin, kegiatan fogging tidak dapat dilakukan secara luas. Jika ada permintaan fogging, namun di lokasi tersebut tidak terdapat kasus DBD tidaklah dapat diberikan, karena fogging ini tidak bisa dilakukan oleh sembarangan, tapi harus berdasarkan kasus.

Sementara itu Kepala Puskesmas (Kapus) Kecamatan Pulau Rayat, Dr. L. Tobing mengatakan, bahwa di Kecamatan Pulau Rakyat telah terdapat 2 kasus wabah DBD yang terjadi pada Januari 2019 lalu, atas nama Egi Fauzi Zulfi Adzmi (15) warga Dusun I Desa Pulau Rakyat Tua dan Muhammad Fadilan Ramadhan Tanjung usia 8 bulan warga Dusun III Desa Pulau Rakyat Pekan.

“ Pasien DBD, Egi Fauzi sudah sembuh setelah dirawat di Puskesmas Pulau Rakyat, dan Muhammad Fadilan dari Desa Pulau Rakyat Pekan juga sudah sembuh dirawat di rumah sakit Kisaran” ujar Kapus.

Dikatakan L. Tobing dari 2 unit mesin fogging pembasmi nyamuk demam berdarah diturunkan Dinas Ksehatan Kabupaten Asahan telah mengasapi 30 rumah di Dusun I Desa Pulau Rakyat Tua dan 40 rumah di Desa Pulau Rakyat Pekan yang berdampak hingga radius 200 meter, karena nyamuk bisa terbang maksimal 100 meter.

“Untuk mencegah semangkin luasnya kasus DBD saya meminta kepada masyarakat untuk bersama-sama memberantas sarang nyamuk dengan 3 M, yaitu Menguras, Menutup, Mengubur + Plus Tidak memberantas jentik dan menghindari gigitan nyamuk “ ujarnya.

Secara terpisah Suroso (50) didampingi istrinya Desi Rahmayani (43) saat dikonfiasi wartawan mengatakan, anaknya Egi Fauzi terserang penyakit DBD sejak Jum’at malam (25/1), awalnya megalami demam tinggi disertai rasa nyeri di ulu hati dan muntah-muntah. Kemudian Senin (28/1) dibawa ke dokter klinik, setelah dilakukan cek darah hasilnya positif DBD, Egi langsung dilarikan ke Puskesmas Pulau Rakyat.

“Alhamdulilah setelah mendapat perawatan di Puskesmas Pulau Rakyat sekarang Egi sudah sembuh “ terang Suroso.(Kar)

Berikan Komentar:
Exit mobile version