Tarutung, POL | Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Tapanuli Utara kini tengah menyelenggarakan seleksi guru P3K gelombang kedua.
Seleksi gelombang kedua tersebut berlangsung tanggal 07 sampai 10 Desember 2021 di dua tempat, di gedung SMPN 1 Tarutung dan SMKN1 Siatas Barita.
Menurut Kadis Diknas Taput Bontor Hutasoit, SP, MSP didampingi Ronal Silitonga, SSos (Sekdis) kepada media ini,Rabu (08/12/2021) menjelaskan, jumlah peserta seleksi sebanyak 941 orang . Sedangkan jadwal pengumuman belum ditentukan pihak Kementerian Pendidikan Nasional selaku penyelenggara. “Kita harapkan bulan Desember ini juga diumumkan peserta yang lulus”, harap Bontor.
Pelaksanaan seleksi guru P3K gelombang kedua ini, sama halnya dengan gelombang pertama berbasis komputer dengan aplikasi dan juga sistem passing grade.
“Meskipun jumlah pendaftar tidak mencukupi dengan formasi yang tersedia, bukan berarti secara otomatis mereka lulus semuanya . Jadi tetap mengacu secara passing grade sebagaimana telah ditentukan pihak Kementerian”, ujar Bontor.
Kadis Diknas Taput itu menambahkan, materi seleksi yang diuji ada 4 kategori antara lain Kompetensi Teknis, Kompetensi Manejerial, Kompetensi Sosio Kultural dan Wawancara.
Seleksi guru P3K dengan tetap mematuhi Prokes berbasis aplikasi ini. Setiap peserta bisa mereka-reka secara langsung apakah lulus atau tidak.
Saat ditanya tentang persyaratan atau patron yang diberlakukan untuk persyaratan kelulusan, Bontor mengakui ada afirmasi atau keringanan bagi peserta yang sudah mengikuti sertifikasi, eks K-2 dan sudah berumur 50 tahun ke atas. “Dengan adanya keringanan, kita berharap lebih banyak guru honor yang dapat ditampung karena tenaga mereka sangat dibutuhkan untuk memajukan dunia pendidikan sebagaimana diupayakan Bupati Taput Drs.Nikson Nababan, MSi”, kata Bontor.
Saat ditanya berapa jumlah formasi tenaga guru SD yang dibutuhkan, menurut Bontor sebanyak 1.809 orang. Jumlah keseluruhan yang mendaftar sebanyak 1.119 orang. Gelombang pertama testing bulan Septemher lalu diikuti 336 orang dan pemenangnya sudah diumumkan.
Secara bathin, kita penuh harap pada gelombang ketiga yang diperkirakan tahun 2022 jumlah yang lulus semakin banyak yang pada akhirnya jumlah kekurangan tenaga guru semakin teratasi, ujar Bontor Hutasoit dan Ronal Silitonga optimis. (POL/BIN)







