Padangsidimpuan, POL | Assoc. Prof. Dr. Darliana Sormin, M.A. kini resmi menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) yang baru periode 2026–2030.
Jabatan orang nomor satu di Kampus UMTS itu setelah Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Bendahara Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, Andy Dwi Bayu Bawono, S.E., M.Si., Ph.D,melantik Darliana berlangsung di Aula UMTS, Jalan M. Arif, Kota Padangsidimpuan, Rabu (10/6/2027).
Dengan pelantikan tersebut maka kepemimpinan di UMTS yang sebelumnya dijabat Muhammad Darwis, M.Pd berakhir. Pergantian kepemimpinan ini diharapkan menjadi momentum strategis dalam memperkuat peran UMTS sebagai perguruan tinggi yang unggul dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ketua Panitia Pelantikan, Arifana, S.Sos., M.I.Kom., kepada wartawan menjelaskan bahwa pelantikan dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor: 243/KEP/I.0/D/2026 tentang pengangkatan Assoc. Prof. Dr. Darliana Sormin, M.A. sebagai Rektor UMTS periode 2026–2030.
Menurut Arifana, proses pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari mekanisme organisasi yang bertujuan menjaga keberlanjutan tata kelola perguruan tinggi Muhammadiyah.
Ia menegaskan bahwa seluruh rangkaian pelantikan telah dipersiapkan dengan baik sebagai bentuk penghormatan terhadap proses regenerasi kepemimpinan di lingkungan UMTS.
Dalam sambutan perdananya, Assoc Prof Dr Darliana Sormin menegaskan bahwa kepemimpinan di perguruan tinggi UMTS merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia menilai kampus tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berfungsi membentuk karakter dan nilai-nilai kemanusiaan yang dibutuhkan masyarakat.
Menurutnya, pendidikan tinggi harus mampu menghasilkan lulusan yang berintegritas, memiliki daya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional. Oleh karena itu, penguatan kualitas akademik akan menjadi salah satu fokus utama kepemimpinannya.
“Perguruan tinggi harus mampu melahirkan sumber daya manusia yang berintegritas, berdaya saing, serta memiliki kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat dan bangsa,” ujar Darliana.
Selain penguatan akademik, Darliana menekankan pentingnya peningkatan kapasitas penelitian dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Perguruan tinggi, katanya, harus mampu menghasilkan berbagai kajian ilmiah yang memberikan solusi terhadap tantangan pembangunan di daerah, khususnya Wilayah Tabagsel meliputi Kab. Tapanuli Selatan, Padang Lawas Utara, Mandailing Natal, Padang Lawas, Kota Padangsidimpuan, Tapteng dan Sibolga.
Di bidang pengabdian masyarakat, UMTS juga diharapkan semakin aktif menjalankan program-program pemberdayaan umat yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan misi Muhammadiyah dalam menghadirkan kemanfaatan bagi umat dan bangsa.
Pelantikan Darliana Sormin juga menjadi simbol semakin kuatnya peran perempuan dalam kepemimpinan perguruan tinggi Muhammadiyah. Sebagai rektor perempuan kedua di UMTS, kehadirannya diharapkan mampu membawa semangat baru dalam membangun tata kelola kampus yang lebih progresif, inklusif, dan berorientasi pada mutu.
Keluarga besar UMTS menyambut kepemimpinan baru tersebut dengan optimisme tinggi. Dukungan dari civitas akademika, alumni, Persyarikatan Muhammadiyah, serta berbagai pemangku kepentingan diyakini menjadi modal penting dalam mewujudkan visi UMTS sebagai perguruan tinggi unggul di tingkat regional maupun nasional.
Menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, Darliana menegaskan komitmennya untuk membawa UMTS menjadi kampus yang adaptif terhadap transformasi digital. Namun demikian, ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus tetap berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan.
“Di tengah dinamika pendidikan tinggi yang terus berkembang, UMTS harus mampu bergerak maju,” katanya. (NP02)
