Asahan, POL | Camat Aek Ledong Panusunan Rambe fasilitasi operasi penyakit tumor ganas yang terkandung di dalam perut wanita kurang waras bernama Sarmina alias Ciples (35) warga Dusun II Desa Aek Bange, Kecamatan Aek Ledong, Kabupaten Asahan.
Menurut Panusunan, awalnya ia mendapat informasi dari aparat Pemerintah Desa Aek Bange bahwa ada seorang warganya yang merupakan anak yatim-piatu memiliki gangguan jiwa dipasung oleh keluarganya dalam rumah.
” Setelah kami cek bersama Kepala Puskesmas Aek Ledong dan ketua TP PKK Desa Aek Bange ternyata tidak ada pemasungan ” kata Panusunan, Senin (2/12/2019) di rumah kediaman buleknya.
Namun Camat mengakui ada seorang gadis warga Desa Aek Bange dari keluarga yang tidak mampu menderita gangguan jiwa dan mengidap penyakit tumor ganas sudah sebesar bola voli sudah selama dua tahun yang sangat membutuhkan pertolongan.
“Setelah kami USG kan dan dinyatakan positif di dalam perut Ciples adalah tumor ganas semula kami akan ajukan penanggulangan operasinya melalui BPJS, tapi karena prosesnya sangat rumit, terlebih penderita belum memiliki indetitas diri maka saya berinisiatif membentuk tim penghimpun dana untuk biaya operasinya,” sebut Camat.
Inisiatif Camat tersebut disambut positif oleh Kepala Desa Aek Bange Suhermanto beserta ketua TP PKK desa dan juga Kepala UPT Puskesmas Aek Ledong dr Citra Dewi Kesuma untuk menghimpun dana operasi penyakit Ciples.
“Dalam tempo beberapa hari terhimpun dana sukarela dari masyarakat Desa Aek Bange, para kepala desa dan perangkat desa serta anggota Korpri se-Kecamatan Aek Ledong sebesar lebih kurang Rp 18 juta,” beber Panusunan.
Uang tersebut kata Camat digunakan untuk biaya operasi pengangkatan tumor yang terkandung dalam perut gadis yang merupakan anak ke 5 dari 6 bersaudara pasangan almarhum Suradi dan almarhumah Suartik.
“Selain untuk biaya operasi, juga untuk pembelian obat-obatan, biaya tunggu keluarga pasien di rumah sakit selama tidak bekerja, dan sisanya untuk keperluan perawatan jalan di rumah setelah 4 hari di opname rumah sakit Prola Aek Kanopan,” katanya.
Secara terpisah Suyanti selaku kakak tertua Ciples menerangkan, adiknya tersebut mengidap kelainan jiwa sejak masih kecil dan kedua orang tuanya masih hidup. Namun hingga kini penyakit tumor yang dikandungnya sudah berusia lebih kurang 20 tahun, sehingga Ciples tidak pernah mengenyam pendidikan.
“Adik saya ini menderita tumor diduga akibat memakan jamur rendaman air teh yang biasa dikonsumsi ayah hanya airnya saja. Karena ayah lupa menutup pintu kamar tidurnya Ciples masuk kemudian mengkonsumsi habis jamur yang ditaruh dalam baskom ” terang Suyanti.
Setelah mengkonsumsi jamur tersebut, lanjut Suyati perut Ciples sering merasakan sakit dan perutnnya berubah semangkin besar mirip wanita hamil 9 bulan yang berjalan selama 20 tahun, tanpa pernah mendapat pengobatan baik medis maupun tradisional.
“Jangankan pengobatan makan sehari-hari saja kami susah, sedang rumah pun kami semua menumpang di rumah bulek (adik ibu, red) ” tutur Suyanti.
Menurut Suyanti, semula mereka hanya minta tolong kepada kepala dusun untuk memintakan obat penenang ke Puskesmas karena Ciples 3 malam tidak bisa tidur, dan siang hari pergi tak tentu rimbanya hingga tak pulang, tapi yang datang pak Camat beserta istri Kades dan juga dokter Rohim dari Puskemas.
“Alhamdulillah operasinya berjalan lancar dan Ciples sudah tampak bergairah hidupnya, bahkan menurut keluarganya Ciples sudah banyak perubahan dan tidak lagi pergi kemana-mana. Saya berharap kepada keluarganya rawatlah Ciples dengan baik semoga ia bisa hidup nomal layaknya manusia biasa,” tutup Camat. (POL/PAI)
