Tapsel, POL | Guna memulihkan ekonomi di tengah masa sulit saat ini,Pemkab Tapsel terus berupaya menggenjot sektor pertanian Holtikultura dan tanaman Toga.
Hal itu disampaikan Bupati Tapsel Dolly Pasaribu pada pengajian Akbar Marsada Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Sipirok, di Masjid Sri Alam Dunia, Kelurahan Sipirok Godang, Minggu (11/9/2022).
Kata Dolly, saat Pemkab Tapsel berkunjung ke Kementerian Pertanian dan diterima langsung oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo atau dikenal dengan SYL.
Dolly menjelaskan pada Menteri, Kabupaten Tapsel 70 persen masyarakatnya adalah bertani,memohon bantuan ke Menteri untuk membantu pertanian di Tapsel.
Oleh karena itu, dirinya mengajak masyarakat untuk gerakkan menanam tanaman holtikultura yaitu bawang merah, bawang putih dan cabai di lahannya.
Saat ini Kata Dolly, pihaknya sudah menangkar bibit tiga tanaman itu. Dari 1 hektar yang ditangkar sudah menghasilkan 15 Ton bibit. Kemudian, bibit tersebut disebar lagi ke petani lain supaya ditanam kembali. Begitu juga di Kecamatan Batang Angkola, juga sudah mulai bergiat seperti diberitakan beberapa waktu lalu
Di Kecamatan Arse dan Saipar Dolok Hole, lanjut Bupati, saat ini tengah dijajaki untuk menanam jagung. Dan Bupati terus mencari offtaker agar mau menampung jagung tersebut dengan harga yang pas.
Mengenai TOGA, dulu dikenal dengan istilah apotek hidup. Menurut Bupati, dahulu para orangtua mengambil kebutuhannya, hanya dari pekarangan seperti, telur dari kandang ayam dan cabai atau bawang yang ditanam di halaman rumah. Bahkan, masyarakat harusnya bisa manfaatkan pekarangan yang cukup untuk menanam Toga ini.
Pihaknya telah membawa ibu-ibu PKK di desa untuk belajar ke Perkebunan PT Socfindo untuk belajar menanam tanaman obat keluarga (Toga) semacam, kunyit, jahe, hingga brotowali. Sehingga, jika ada keperluan untuk obat-obatan, dan untuk pertolongan awal bisa diambil dari halaman sendiri.
Bupati berharap, supaya masyarakat bisa menghiasi halaman di rumah dengan tanaman yang bermanfaat. Dolly juga mengajak agar masyarakat juga bisa beternak puyuh atau ayam meski dimulai dari 1-2 ekor. Agar masyarakat bisa memperbaiki protein seperti isu nasional terhadap Stunting.
Kepada BKMT, Bupati berharap agar segera dibuat Koperasi Syari’ah atau Baitul Mal Watta’wil, meski hanya seribu rupiah yang dikumpulkan dari setiap jama’ah, tapi kalau terkumpul dananya bisa dipakai untuk keperluan usaha. Harapan Bupati di antara visi Tapsel yang begitu banyak, tapi ia hanya menginginkan masyarakatnya jauh lebih sejahtera.
“Mudah-mudahan dengan ekonomi terangkat, masyarakat bisa tenang beribadah kepada Allah SWT,” tandasnya.
Senada dengan itu, anggota DPRD Tapsel dari Fraksi Gerindra, M Yunus Pane, yang juga hadir mengungkapkan, dalam rangka memberdayakan kaum Ibu di desa, pihaknya akan mendorong kepala desa untuk memanfaatkan dana desa dari pemerintah pusat untuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.
Acara dilanjutkan tausiah oleh Al Ustadz Porwil Syah Nasution dan dihadiri, Kadis Sosial, Kabag Kesra, Kabag Humas dan Protokol, Ketua MUI Sipirok, Sekcam, Ketua TP PKK Kecamatan Sipirok, Lurah Sipirok Godang dan para jamaah pengajian Akbar BKMT Marsada. (POL/NP.02).
