13 UMKM Binaan Kadin Padangsidimpuan Masuk Ritel Modern

Launching UMKM binaan KADIN Kota Padangsidimpuan di aula Kantor Walikota Padangsidimpuan (19/9/2026). (IST

Padangsidimpuan, POL | Sebanyak 13 Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Padangsidimpuan binaan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Padangsidimpuan masuk pasar ritel modern lolos Kurasi dan dipasarkan di jaringan Alfamidi.
Pencapaian tersebut menjadi langkah baru UMKM lokal untuk memperluas pasar hal tersebut terungkap pada lounching UMKM binaan KADIN Kota Padangsidimpuan di aula Kantor Walikota Padangsidimpuan ( 19/9/2026).
Hadir pada Lounching tersebut, Wali Kota Padangsidimpuan diwakili Staf ahli bidang kemasyarakatan dan UKM  Harnovil Harun, Staf ahli bidang ekonomi Pembangunan dan Keuangan Ihram Kurnia Agustan dan Ketua Kadin Padangsidimpuan Julpan Tambunan serta para pelaku UMKM Padangdidimpuan.
Launching produk UMKM binaan Kadin Kota Padangsidimpuan tersebut sekaligus menjadi moment mendorong produk lokal agar semangkin dikenal dan memiliki daya saing.
Selama ini,sebagian produk UMKM Padangsidimpuan telah dipasarkan melalui sejumlah swalayan lokal namun akses menuju jaringan ritel modern bersekala lebih luas masih jadi tantangan.
Ketua Kadin Kota Padangsidimpuan Julpan Tambunan mengatakan, masukya 13 produk UMKM binaan ke jaringan Alfamidi merupakan langkah awal untuk membuka akses pasar yang lebih luas dari produk lokal.
“Kita ingin UMKM Kota Padangsidimpuan tidak hanya kuat di pasar lokal tetapi juga mampu masuk jejaringan ritel modern dan secara bertahap menembus pasar yang lebih luas,” kata Julpan.
Katanya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan dan kurasi produk yang dilakukan bersama para pelaku UMKM. Karenanya, Kadin akan terus mendorong peningkatan kualitas priduk agar mampu nemasuki standart pasar ritel modern.
“Pembinaan tidak terhenti setelah produk masuk ritek,kita akan terus mendampingi oara UMKM,vaik dari segi kualitas, produk kemasan, pasar, kemampuan majemen usaha,” harapnya.

Wali Kota Padangsidimpuan diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Harnovil Harun, menyampaikan, keberhasilan UMKM masuk ritel modern harus diikuti dengan penguatan kapasitas pelaku usaha, terutama dalam hal pemasaran dan manajemen.

“Pelaku UMKM mungkin sudah bagus dalam menghasilkan produk, tetapi pemasarannya masih perlu diperkuat. Karena itu, ke depan kita akan mendorong lebih banyak pelatihan tentang bagaimana mereka memasarkan produknya di pasar maupun ritel modern, ” ujarnya.

Menurutnya lagi, pemerintah juga mendorong adanya fasilitas berupa gerai atau etalase UMKM di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD).    Fasilitas tersebut diharapkan menjadi salah satu ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan dan memasarkan produk lokal.

“Pak Wali Kota sudah mengarahkan OPD terkait, seperti Disperindag, untuk memikirkan dan menyiapkan gerai bagi pelaku UMKM. Saat ini masih dalam proses, ” katanya.

Selain pemasaran, pemerintah juga mendorong penguatan akses permodalan serta peningkatan kemampuan manajemen usaha.    Hal itu dinilai penting agar pelaku UMKM mampu menjaga keberlangsungan usaha setelah produknya masuk ke pasar ritel modern.

“Kita berharap semakin banyak entrepreneur atau wirausahawan baru. Mereka yang hari ini berhasil masuk ritel modern bisa menjadi contoh bagi pelaku UMKM lainnya, ” ujarnya.

Salah satu pelaku UMKM yang produknya ikut dipasarkan melalui ritel modern adalah Titik Murniati, pemilik usaha bandrek instan.   Titik mengatakan, produk bandrek instannya telah dipasarkan di sejumlah swalayan lokal, di antaranya Aman Swalayan, Rahmasariah, Chabulang dan Bolu Salak Kenanga.

Produk tersebut juga pernah dikirim ke luar daerah melalui kerja sama dengan PLN Mobile. Bahkan, pemasarannya pernah menjangkau Papua.

“Waktu itu kerja sama dengan PLN Mobile. Melalui marketplace-nya, produk saya pernah dikirim sampai Papua, ” ungkapnya.
Namun, saat ini ia masih menghadapi kendala terkait rumah produksi. Setelah berpindah lokasi, rumah produksi harus kembali dibangun agar kegiatan produksi dapat berjalan sesuai persyaratan.   “Bandrek saya sebenarnya sudah memiliki izin BPOM. Tetapi karena pindah lokasi produksi, saya harus membangun kembali rumah produksi,” jelasnya.
Selain dukungan terhadap produksi, Titik berharap pemerintah dan KADIN dapat membantu memperluas pemasaran dengan menyediakan gerai atau etalase khusus produk UMKM di lingkungan OPD.
“Pemasaran lokal agak kurang. Kami berharap di OPD-OPD ada gerai atau etalase kecil untuk produk-produk UMKM sehingga bisa dipajang dan dikenal masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejauh ini dukungan KADIN yang diterimanya lebih banyak dalam bentuk pembinaan. Sementara dari pemerintah, salah satu dukungan yang dirasakan adalah fasilitasi akses Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Kami berharap segera ada hasilnya dan semakin banyak produk dari Kota Padangsidimpuan yang bisa menembus pasar nasional ,” katanya. (NP.02)
Berikan Komentar:
Exit mobile version