• Redaksi
  • Hubungi Kami
Rabu, 11 Februari 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Ekonomi

8 Tahun Ramaikan Jagad Maya, Path Resmi Tutup!

Editor: Suganda
Kamis, 18 Oktober 2018
Kanal: Ekonomi, Internasional

Editor:Suganda

Kamis, 18 Oktober 2018
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Jakarta, perjuanganonline | Setelah memutuskan untuk memberhentikan layanannya pada 17 September silam, akhirnya setelah satu bulan berlalu, kini Path resmi tutup pada Kamis (18/10/2018).

Melansir blog resmi dari Path, Path telah mengumumkan bahwa layanannya telah berhenti dan pengguna tak bisa lagi back-up data. Path sendiri juga menyebut kalau pihaknya tak menyimpan copy data pengguna lagi.

Path sendiri telah mengumumkan kalau jejaring sosial dengan nuansa warna merah tersebut akan tutup pada bulan lalu, dan mendorong para pengguna untuk melakukan back-up data yang bisa direquest. Sejak memutuskan tutup, Path menutup akses untuk sign-up dan tak bisa lagi diunduh per 1 Oktober silam.

Perjalanan Satu Windu Path

Path lahir pada November 2010 dan dibesut oleh Shawn Fanning dan juga Dave Morin yang merupakan mantan petinggi Facebook. Di tahun awal semenjak Path hidup, jejaring sosial ini cukup meroket. Berdasar data dari Tech Crunch, di bulan Desember 2011, pengguna Path melonjak dari 30 ribu pengguna ke 300 ribu pengguna dalam waktu kurang dari satu bulan.

Awalnya, layanan Path berupa platform berbagi foto ke 50 orang teman. Hal ini menjadikan Path sebenarnya adalah jejaring sosial yang menjunjung privasi dan teman dekat. Namun seiring waktu, Path menaikkan angka pertemanan jadi 150 orang, lalu 500 orang, hingga tak terbatas. Hal ini membuat Path tak lagi jadi jejaring sosial yang mengakomodir teman dekat.

Di 2014, Bakrie Group dan deretan venture yang digandengnya merupakan salah satu penyuntik dana di Path dengan angka 25 juta Dollar. Indonesia sendiri memang merupakan negara dengan pengguna Path terbanyak, yakni 4 juta pengguna. Namun di 2015, Path sudah diakuisisi oleh Daum-Kakao, yang merupakan raksasa teknologi Korea Selatan.(P03/BBS)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: Path
Berita sebelumnya

Ujaran ‘Idiot’, Ahmad Dhani Tersangka

Berita selanjutnya

Pembunuhan Sekeluarga di Deli Serdang, Polisi Tetapkan 3 Tersangka

TERBARU

Pemko Medan Gelar Medan Career Expo 2026, 124 Perusahaan Tawarkan 5.515 Lowongan Kerja

Rabu, 11 Februari 2026

FGD Board of Peace, Anggota DPD RI KH. M Nuh MSP : Kompromis tapi Tidak Boleh Larut

Selasa, 10 Februari 2026

Dukung Pawai Obor Sambut Ramadhan, Zakiyuddin Harahap Menilai Kegiatan Positif Dorong Semangat Kebersamaan Anak Muda

Selasa, 10 Februari 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd