• Redaksi
  • Hubungi Kami
Selasa, 3 Maret 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Hukum&Kriminal

Keluarga Tolak Mayat Mantan Anggota DPRD Toba Diautopsi

Editor: Suganda
Rabu, 21 Agustus 2024
Kanal: Hukum&Kriminal

Editor:Suganda

Rabu, 21 Agustus 2024
Ilustrasi.

Ilustrasi.

Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Toba, POL | Mantan anggota DPRD Toba Wesly Sitorus (57) ditemukan tewas di dalam rumahnya di Kabupaten Toba, Sumatera Utara (Sumut). Usai temuan itu, polisi menyebut keluarga menolak jasad korban diautopsi.

“Kita hubungi pihak keluarga korban, istri sama anaknya datang. Sudah itu kita arahkan minta autopsi, pihak keluarga gak mau, gak usah diautopsi, langsung bawa saja ke rumah. Jadi, karena kewajiban polisi untuk mengautopsi,” kata Kanit Pidum Satreskrim Polres Toba Ipda Zulkifli, Selasa (20/8/2024)

Zulkifli menyebut keluarga korban juga menolak membuat laporan atas kematian Wesly. Alhasil, pada akhirnya polisi membuat laporan model A terkait kematian itu. Untuk diketahui, laporan model A ini adalah aduan yang dibuat oleh anggota polisi, bukan masyarakat.

“Mereka (keluarga) juga gak mau buat pengaduan. Jadi, kita buatkan lah pengaduan model A, makanya bisa diautopsi di RS Bhayangkara Tebing Tinggi,” ujarnya.

Perwira pertama Polri itu menyebut keluarga meyakini korban meninggal karena sakit yang dideritanya. Sebelum tewas, kata Zulkifli, korban juga sempat opname di rumah sakit.

“Alasan (keluarga) dianggap meninggal wajar karena si korban ini baru keluar dari rumah sakit, baru opname, seminggu sebelumnya baru keluar. Kemudian juga tanda hitam di kepala itu, mereka (keluarga) yakin bukan karena pukulan, tapi karena jatuh di lantai, telungkup. Dia (korban) ada riwayat sakit, tensi tinggi, sakit gulanya, ada sakit lain,” jelasnya.

Zulkifli menyebut korban tinggal berpisah dengan istri dan anaknya. Namun, beberapa kali, istri korban masih datang mengunjungi korban.

“Jadi, si korban beda rumahnya sama istrinya, orang ini udah istilahnya sudah pisah ranjang. Walaupun sudah pisah, masih mau istrinya jenguk dia, melihat dia di panglong, masih mau datang, cuman orang itu gak satu rumah,” ujarnya.

Zulkifli mengatakan jasad korban ditemukan di rumahnya yang berdekatan dengan panglong korban di Desa Patane V, Kecamatan Porsea, Jumat (2/8). Awalnya, ada seorang warga yang hendak membeli bahan bangunan di panglong korban.

“Ada orang mau beli bahan bangunan ke panglong dia (korban). Jadi, dilihat panglongnya tutup, kemudian si orang ini menanyakan, kebetulan di samping panglong itu ada bangun rumah, ada tukangnya lah di situ. Ditanyakan lah, ini panglongnya kok tutup, mana orangnya?” ujar Zulkifli.

Lalu, warga itu pergi ke rumah korban yang berada di belakang panglong itu. Warga tersebut lalu memanggil korban, tetapi tidak ada jawaban.

Karena pintu rumah korban sedikit terbuka, warga pun membuka pintu rumah korban. Saat itu, warga tersebut menemukan korban sudah dalam keadaan telungkup di depan pintu kamarnya.

Kemudian, warga tersebut kembali menemui tukang bangunan yang berada di dekat panglong korban itu untuk menyampaikan kondisi korban. Lalu, mereka mendatangi rumah korban dan mengecek korban.

“Terus mereka sama-sama lah melihat ke dalam rumah, ditengok lah si Wesly ini sudah kaku. Jadi, orang ini dua lah memberitahu masyarakat setempat bahwasanya sudah meninggal,” jelasnya.

Setelah itu, warga pun memberitahu Polsek Porsea soal kejadian itu. Tak lama, pihak kepolisian datang dan membawa jasad korban ke rumah sakit.

Lalu, petugas menghubungi pihak keluarga dan menyampaikan soal kematian korban. Selang beberapa waktu, keluarga korban pun datang ke rumah sakit.

Zulkifli turut menjelaskan soal informasi adanya bekas jeratan di leher korban. Dia menyebut bekas itu diduga bukan bekas jeratan.

“Itu bukan di leher jeratannya, di dekat lengannya, di dada depan. Jadi, kalau sepintas macam jeratan tali, padahal kalau menurut dokter itu bekas lipatan daging ke daging. Jadi, macam tali, seolah-olah macam jeratan,” jelasnya.

Terkait apakah korban dibunuh atau tidak, Zulkifli belum bisa memastikannya. Dia mengatakan pihaknya masih menunggu hasil autopsi.

“Belum bisa dipastikan, kita masih mencurigai kematiannya. Kita masih nunggu hasil autopsi sama hasil lab. Kita belum bisa memastikan matinya karena apa,” pungkasnya. (DT)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Berita sebelumnya

Ajak Masyarakat Sukseskan Pilkada, Pj Gubernur Fatoni Sebut Sumut Jadi Barometer Kesuksesan Pilkada Indonesia  

Berita selanjutnya

Wanita Paruh Baya Asal Simalungun Diserempet Kereta Api, Begini Kondisinya

TERBARU

Wakil Bupati Hadiri Rapat Paripurna Penetapan Propemperda Labuhanbatu Tahun 2026

Selasa, 3 Maret 2026

Masyarakat Serbu Program Mudik Gratis Bareng Pemko Medan 2026, Kuota 4.000 Kursi Ludes dalam Sekejap

Senin, 2 Maret 2026
Sekda Paber Napitupulu saat memimpin Musrenbang di Kecamatan Habinsaran, Senin (02/03/2026). (IST)

Musrenbang Kecamatan Habinsaran Toba, Warga Usulkan Perbaikan Irigasi

Senin, 2 Maret 2026
perjuanganonline.com

  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd