• Redaksi
  • Hubungi Kami
Selasa, 17 Maret 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Hukum&Kriminal

Anaknya Tewas Diduga Dianiaya, Lenny Damanik Minta Keadilan ke Presiden Jokowi

Editor: Suganda
Sabtu, 22 Juni 2024
Kanal: Hukum&Kriminal

Editor:Suganda

Sabtu, 22 Juni 2024
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Medan, POL | Lenny Damanik, ibu dari seorang remaja berinisial MHS (15) yang tewas diduga dianiaya oknum aparat di Jalan Pelikan Ujung, Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan, meminta keadilan.

Permintaan tersebut disampaikan Lenny seraya menangis di hadapan wartawan saat berharap keadilan di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Jumat (21/6/2024).

“Saya mohon kepada Bapak Presiden Jokowi dan Panglima TNI supaya mengusut kasus ini. Karena anak saya ini orang baik-baik, enggak pernah ke mana-mana, di rumah sajanya kerjanya,” lirihnya.

Lenny pun mengatakan, anaknya tersebut menjadi korban penganiayaan hingga tewas saat melihat adanya tawuran di bantaran rel kereta api Jalan Pelikan Ujung tersebut.

“Anak saya ini ke sana hanya untuk menonton tawuran rupanya dia yang kena sasaran. Saya mohon kepada masyarakat untuk mendoakan supaya kasus ini diusut hingga tuntas,” sebutnya terisak isak seraya memeluk foto anaknya.

Direktur LBH Medan sekaligus kuasa hukum Lenny Damanik, Irvan Saputra SH MH menjelaskan kronologi kejadian yang menyebabkan MHS meninggal dunia.

“Adapun kronologi kejadiannya adalah saat itu, Jumat (24/5/2024). Kejadian dugaan tindak pidana pembunuhan itu terjadi di Jalan Pelikan Ujung, Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan, sekitar pukul 16.30 WIB,” katanya.

Ia menjelaskan, saat itu korban sedang melihat adanya tawuran yang terjadi di atas bantaran rel kereta Jalan Pelikan Ujung tersebut.

“Korban yang masih kelas 3 SMP saat itu hendak melihat adanya tawuran. Saat tawuran tersebut, ada penertiban yang dilakukan Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan pihak kepolisian,” lanjutnya.

Kemudian, diungkapkan Irvan, saat itu korban dikejar terus terjatuh di bawah bantaran rel dan dianiaya hingga tak sadarkan diri. Akibatnya, korban mengalami luka di bagian kepala, lebam di dada, dan luka lecet di bagian tangan.

“Setelah itu, korban pun dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Madani. Setibanya di rumah sakit, korban menghembuskan nafas terakhirnya,” jelasnya. (MB)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Berita sebelumnya

Mencegah Demam Berdarah, Drainase dan Kolong Rumah Warga Difogging

Berita selanjutnya

Hampir 50 Persen Pembeli Mobil Listrik Ingin Kembali ke Mobil Bensin

TERBARU

Buka Puasa Bersama Insan Media dan Ormas, Rico Waas Ajak Perkuat Persatuan dan Soliditas Kota Medan

Senin, 16 Maret 2026

Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita Membuka Ruang Saran dan Masukan Maupun Aspirasi Masyarakat

Minggu, 15 Maret 2026

Rico Waas Hadiri Silaturahmi Menko Polkam, Bahas Kondisi Sosial Sumut

Minggu, 15 Maret 2026
perjuanganonline.com

  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd